Breaking News:

Berita Penajam Terkini

DPRD Penajam Paser Utara Bahas Raperda Retribusi Penyediaan dan Penyedotan Kakus

Panitia Khusus (Pansus) I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Penajam Paser Utara atau DPRD PPU sedang membahas Raperda

Penulis: Dian Mulia Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI
Ketua Pansus II, DPRD PPU, Sariman di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENJAM - Panitia Khusus (Pansus) I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Penajam Paser Utara atau DPRD PPU sedang membahas Raperda tentang Retribusi Penyediaan Dan Penyedotan Kakus.

Selain Ranperda tentang Retribusi Penyediaan Dan Penyedotan Kakus, Panus II juga membahas empat Raperda lainnya.

Dikatakan Ketua Pansus II, DPRD PPU, Sariman, untuk Raperda penyediaan dan penyedotan kakus saat ini sedang dalam pembahasan.

"Sedang kami bahas dan mendekati finalisasi, masih merancang tarif jasa penyedotan tinja atau kakus saja. Karena itu yang belum disepakati," ujar Sariman kepada TribunKaltim.co pada Selasa (9/11/2021).

Baca juga: Harga Minyak Goreng di Penajam Paser Utara Naik, DPRD PPU Tuding Bahan Bakunya

Baca juga: Rapat di DPRD PPU Batal karena Listrik Padam, Sudah Satu Bulan Menunggak Bayar

Baca juga: Anggota DPRD PPU Dukung SMA Sederajat Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

Dikatakan Sariman untuk tarif jasa penyedotan belum disepakati oleh pihak Pansus II, Sariman meminta pengambilan tarif dapat dilakukan dengan menghitung berdasarkan jarak.

"Kami minta pemerintah daerah untuk hitung kembali, dengan melihat tarif berdasarkan zona atau wilayah," ujarnya.

Dia tambahkan, misalnya, untuk zona Kecamatan Penajam harunya tarifnya lebih rendah dibandingkan Sepaku, Kecamatan Waru dan Babulu.

"Karena pengelolaan tinja lokasinya berada di Kelurahan Buluminung, kecamatan Penajam," tambahnya.

Baca juga: Anggota DPRD PPU Raup Muin dan Hartono Basuki Siap Bersaing di Pilkada 2024

Namun, Panus II juga mengingatkan bahwa untuk tarif wilayah Kecamatan Sepaku jangan terlalu tinggi dan begitu pula kecamatan Penajam tidak terlalu renda.lh.

Dijelaskannya pembahasan Raperda ini hanya menunggu rancangan tarif berdasarkan zona atau wilayah empat kecamatan tersebut.

"Yang lain sudah dibahas, tinggal tarif saja," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved