Breaking News:

Otomotif

Tidak Boleh Sembarangan, Berikut 6 Poin Aturan Pasang Kaca Film Mobil di Indonesia

Tidak boleh sembarangan, Berikut 6 poin aturan pasang kaca film mobil di Indonesia.

Editor: Nur Pratama
GRIDOTO
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Tidak boleh sembarangan, Berikut 6 poin aturan pasang kaca film mobil di Indonesia.

Tetapi juga untuk menjaga visibilitas pengemudi selama berkendara, baik saat siang hari maupun pada malam hari.

Untuk itu, saat melakukan pemasangan kaca film juga tidak boleh sembarangan atau asal gelap saja karena bisa berpengaruh juga pada visibilitas pengemudi saat berkendara.

Tingkat kegelapan kaca film mobil sebaiknya juga mengikuti peraturan yang sudah ada. Aturan penggunaan kaca film sendiri juga mempunyai dasar hukum yang sudah ditetapkan.

Seperti pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Selain itu, aturan mengenai tingkat kegelapan kaca film juga diatur dalam PP Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan yang disebutkan bahwa kaca terdiri atas kaca depan, kaca belakang, dan jendela Kendaraan Bermotor dan Kereta Gandengan.

Baca juga: Cara Aman Berkendara untuk Rute Jauh, Cek 10 Bagian Penting Mobil

Baca juga: 4 Warna yang Paling Banyak Dicari Konsumen Mobil Bekas, Harga Jualnya Lebih Mahal

Kemudian dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 439/U/Phb-76 tentang Penggunaan Kaca Pada Kendaraan Bermotor.

Dalam SK tersebut setidaknya ada enam poin yang mengatur soal kegelapan kaca film.

1. Kendaraan-kendaraan bermotor yang diperlengkapi dengan kaca depan, kaca belakang, dan atau kaca samping, kaca-kaca tersebut harus dibuat dari bahan yang tidak mudah pecah, tembus pandangan dari dua arah (sangat bening) dan tidak boleh mengubah serta mengganggu bentuk-bentuk orang atau benda-benda yang terlihat melalui kaca tersebut.

2. Tanpa mengurangi maksud ketentuan poin 1, boleh dipergunakan kaca berwarna atau kaca yang berlapis bahan berwarna (film coating), asal dapat tembus cahaya dengan prosentase penembusan cahaya tidak kurang dari 70%.

3. Tanpa mengurangi maksud ketentuan poin 1 dan 2, kaca depan dan atau kaca belakang boleh dipergunakan kaca berwarna atau kaca yang berlapis bahan pewarna (film coating) dengan prosentase penembusan cahaya tidak kurang dari 40% sepanjang sisi atas (bagian kaca) yang lebarnya tidak lebih dari sepertiga tinggi kaca yang bersangkutan.

4. Penggunaan bahan-bahan untuk lapisan berwarna pada kaca-kaca sebagaimana dimaksud dalam poin 2 dan 3 tidak menimbulkan pemantulan-pemantulan cahaya-cahaya baru, selain pantulan-pantulan cahaya yang biasa terdapat pada kaca-kaca bening.

5. Dilarang menempelkan atau menempatkan sesuatu pada kaca-kaca kendaraan bermotor, kecuali jika hal itu dimaksud untuk kepentingan pemerintah, yang penempatannya tidak boleh mengganggu kebebasan pandangan pengemudi.

6. Yang dimaksud dengan prosentase penembusan cahaya adalah: angka yang menunjukkan perbandingan antara jumlah cahaya setelah menembus kaca tembus pandangan dan jumlah cahaya sebelum menembus kaca yang bersangkutan.

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Jangan Asal Gelap, Simak 6 Poin Aturan Pasang Kaca Film Mobil di Indonesia, 

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved