Selasa, 5 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

PHM Layarkan Dek Anjungan Migas Lepas Pantai WPN4 dan WPS3, Proyek JSN dari Kabupaten Bintan, Kepri

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melakukan seremoni proses melayarkan bagian dek WPN4 dan WPS3 Proyek JSN (Jumelai, North Sisi, North Nubi) di Kabupate

Tayang:
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
HO/PT PHM
PHM melakukan seremoni proses melayarkan bagian dek WPN4 dan WPS3 Proyek JSN (Jumelai, North Sisi, North Nubi) di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. HO/PT PHM 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melakukan seremoni proses melayarkan bagian dek WPN4 dan WPS3 Proyek JSN (Jumelai, North Sisi, North Nubi) di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Anjungan WPN4 dan WPS3 akan menempuh perjalanan laut dari Bintan menuju perairan Kalimantan Timur yang diperkiraan memakan waktu sekitar 15 (lima belas) hari.

Untuk kemudian dipasang di atas jacket (kaki-kaki) WPN4 dan WPS3 yang sudah terpasang.

Ready for Drilling (RFD) untuk anjungan JML1 ditargetkan siap pada awal Desember 2021, kemudian anjungan WPN4 di akhir Desember 2021, dan anjungan WPS3 di bulan Februari 2022.

Proyek JSN secara keseluruhan akan diselesaikan dalam waktu 20 (dua puluh) bulan sejak dari penandatanganan kontrak sebagai tanda dimulainya pekerjaan proyek JSN pada tanggal 30 Juni 2020.

Baca juga: PT PHM Periksa Kadar Gas di Waduk Telagasari Balikpapan, Tidak Ada Indikasi Kandungan Berbahaya

Baca juga: Proyek Konstruksi Tiga Anjungan Lepas Pantai SKK Migas – PT PHM Senilai US$ 105 Juta Resmi Dimulai

Baca juga: Serahkan Bantuan Program Pemberdayaan Masyarakat, Bupati Kukar Apresiasi PT PHM

Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Operasi SKK Migas Pusat, Julius Wiratno; Komisaris Utama PHI, Adriansyah; Direktur Utama PHI, Chalid Said Salim; dan General Manager PHM, Agus Amperianto.

Dalam sambutannya, Chalid mengatakan kedua anjungan lepas pantai yaitu WPN4 dan WPS3 akan melengkapi pengembangan Proyek JSN di WK (wilayah kerja) Mahakam.

“Kami terus melaksanakan koordinasi yang intensif dengan SKK Migas dan Pertamina Subholding Upstream, melaksanakan strategi untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menjelaskan, kegiatan ini merupakan pencapaian yang melibatkan multi stakeholder dari berbagai pihak.

“Kami sangat mengapresiasi progress pekerjaan ini sehingga saat ini anjungan lepas pantai WPN4 dan WPS3 telah siap untuk dilayarkan untuk membantu pengembangan Proyek JSN,” katanya.

Baca juga: Sosialisasi Pelayaran dan Keamanan Anjungan Migas Chevron-SKK Migas

Julius juga menyampaikan apresiasi kepada PHM atas pencapaian luar biasa sebagai salah satu dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Indonesia yang produksinya diatas 100%.

Konstruksi proyek terintegrasi Engineering, Procurement Supply Construction, & Commisioning Jumelai, North Sisi and North Nubi (EPSCC JSN) ini dilakukan oleh PT Meindo Elang Indah sebagai pelaksana proyek.

Proyek ini diawali dengan beberapa milestone penting, dimana pemotongan baja pertama dilakukan pada tanggal 1 September 2020 sebagai awal pekerjaan konstruksi.

Kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan fabrikasi 3 (tiga) buah jacket yang telah selesai pada Januari 2021. Saat ini 3 buah jacket tersebut telah terpasang di lapangan South Mahakam dan Sisi Nubi pada April 2021.

General Manager PHM, Agus Amperianto, menyampaikan setiap anjungan dari Proyek JSN ini didesain untuk kapasitas produksi 45 MMSCFD, dengan biaya investasi sebesar USD 120 Juta.

PHM melakukan seremoni proses melayarkan bagian dek WPN4 dan WPS3 Proyek JSN (Jumelai, North Sisi, North Nubi) di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. HO/PT PHM
PHM melakukan seremoni proses melayarkan bagian dek WPN4 dan WPS3 Proyek JSN (Jumelai, North Sisi, North Nubi) di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. HO/PT PHM (HO/PT PHM)

Menurut Agus, ketiga anjungan Proyek JSN ini disiapkan untuk dapat memproduksi gas yang mampu menopang produksi migas dari WK Mahakam sebesar 20% pada tahun 2024.

Lebih lanjut, beberapa prestasi lain dari pelaksanaan Proyek EPSCC JSN diantaranya penyelesaian pengerjaan proyek ini dilakukan di tengah pandemi COVID-19.

Yang masih berlangsung dengan pencapaian lebih dari 3 juta jam kerja selamat tanpa Lost Time Injury (LTI).

Adriansyah, Komisaris Utama PHI menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak terutama SKK Migas dan stakeholder terkait lainnya.

Utamanya, atas kerja sama dan dukungan yang baik sehingga kegiatan melayarkan bagian dek ini dapat terlaksana.

PHM melakukan seremoni proses melayarkan bagian dek WPN4 dan WPS3 Proyek JSN (Jumelai, North Sisi, North Nubi) di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. HO/PT PHM
PHM melakukan seremoni proses melayarkan bagian dek WPN4 dan WPS3 Proyek JSN (Jumelai, North Sisi, North Nubi) di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. HO/PT PHM (HO/PT PHM)

Ia juga berharap proyek JSN ini dapat selesai tepat waktu sesuai dengan target yang telah direncanakan.

PHI melalui anak perusahaannya PHM, terus berinvestasi dalam pengeboran eksplorasi dan eksploitasi untuk menambah cadangan dan memaksimalkan produksi dari lapangan-lapangan migas baik onshore maupun offshore.

Ini merupakan komitmen PHI untuk mendukung tercapainya target produksi dan lifting minyak dan gas bumi nasional tahun 2030.

Yang dicanangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebesar 1 juta barel minyak bumi per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved