Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Timur

Rancangan KUA-PPAS RAPBD Kaltim Tahun Anggaran 2022 Rp 11,5 Triliun

Mewakili Gubernur Kaltim, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kaltim HS Fathul Halim mengikuti secara virtual Rapat Paripurna Ke-28 DPRD Kaltim

Editor: Diah Anggraeni
Husmasprov Kaltim/Masdansyah
Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kaltim HS Fathul Halim saat Rapat Paripurna ke-28 DPRD Kaltim secara virtual, Selasa (9/11/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Mewakili Gubernur Kaltim, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kaltim HS Fathul Halim mengikuti secara virtual Rapat Paripurna ke-28 DPRD Kaltim dari ruang kerjanya di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (9/11/2021).

Rapat Paripuma ke-28 DPRD Kaltim yang digelar secara langsung dan online dari lantai 6 Gedung D DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Karang Paci, Samarinda, ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Kaltim H Muhammad Samsun didampingi Wakil Ketua Sigit Wibowo serta diikuti 30 anggota.

Paripurna yang tetap mengacu pada protokol kesehatan Covid-19 ini beragendakan Penandatanganan Kesepakatan antara DPRD Kaltim dan Gubernur Kaltim atas Rancangan Kebijakan Umum APBD Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2022 serta sambutan gubernur.

Baca juga: Gubernur Isran Noor Bertemu Dubes RI di Inggris, Bahas Peluang Investasi dan Kesiapan Jadi IKN

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Kaltim Isran Noor menyebutkan, kesepakatan KUA-PPAS RAPBD TA 2022 sebesar Rp 11,5 triliun terdiri anggaran pendapatan direncanakan sebesar Rp 10,86 triliun, bersumber dari PAD Rp 6,58 triliun, pendapatan transfer Rp 4,26 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 12,59 miliar.

Sedangkan anggaran belanja daerah dialokasikan Rp 11,5 triliun yang direncanakan untuk belanja SKPD dalam upaya pencapaian target sasaran pembangunan daerah sesuai diamanahkan dalam RPJMD Provinsi Kaltim 2019-2023.

"Terdiri belanja operasional atau belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja hibah dan bantuan sosial, belanja modal, belanja peralatan dan mesin, belanja bangunan dan gedung, belanja jalan, belanja irigasi dan jaringan, belanja aset tetap lainnya," jelasnya.

Sementara pada sisi penerimaan dan pembiayaan dialokasikan Rp 876,59 miliar, alokasi ini direncanakan untuk menutupi defisit anggaran.

Sedangkan pada sisi pengeluaran pembiayaan diokasikan Rp 236,62 miliar, direncanakan untuk penyertaan modal.

Diungkapkannya, secara umum kinerja perekonomian Kaltim masih berada pada tren perbaikan.

Baca juga: Isran Noor Bangga Sultan Aji Muhammad Idris Jadi Pahlawan Nasional

Pada triwulan kedua 2021 tumbuh 5,76 persen, atau mengalami pertumbuhan 1,87 persen jika dibandingkan triwulan pertama 2021.

Namun demikian, diakuinya, dampak pendemi Covid-19 memberikan guncangan sangat signifikan terhadap perekonomian dunia, termasuk Kaltim.

"Akibatnya perekonomian mengalami kontraksi cukup parah pada 2020, yang masih dirasakan triwulan kesatu 2021," ujarnya.

Maka, untuk menjamin perekonomian Kaltim dapat tumbuh positif dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kebijakan daerah diarahkan pada meningkatkan belanja produktif seperti belanja pendidikan, kesehatan, pertanian dan pembangunan infrastruktur guna mendukung konektifitas antar daerah.

Baca juga: Wagub Hadi Mulyadi Sambut Pangdam VI Mulawarman yang Baru

Selain itu, meningkatkan kualitas dan efektivitas program perlindungan sosial bagi terdampak pandemi Covid-19, terutama akses pendidikan dan mutu pelayanan kesehatan khususnya bagi masyarakat miskin.

Selain itu, juga penguatan perekonomian utamanya sektor yang terdampak akibat pandemi Covid-19 yang masih terjadi tahun 2021 seperti pariwisata, perdagangan, pertanian dalam arti luas, UMKM dan IKM serta mendorong daya beli masyarakat. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved