Berita Pemprov Kalimantan Timur
Bahas Isu Perubahan Iklim, Gubernur Isran Noor Dua Jam Bersama Dubes RI di Inggris
Masalah perubahan iklim, terutama soal emisi karbon, menjadi topik pembicaraan serius antara Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI), Desra Percaya
TRIBUNKALTIM.CO - Masalah perubahan iklim, terutama soal emisi karbon, menjadi topik pembicaraan serius antara Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI), Desra Percaya dengan Gubernur Kaltim, Isran Noor dan rombongan.
Pertemuan Dubes Desra dengan Gubernur Isran pada Selasa (9/11/2021) lalu, semula dijadwalkan hanya berlangsung paling lama 20 menit.
Namun, karena isu yang dibahas merupakan isu internasional dan sedang dibahas di Inggris, diskusi mereka pun sampai 2 jam.
"Kaltim punya peran penting dalam program perubahan iklim, karenanya Kaltim menjadi salah satu provinsi yang diundang Conference of Parties (COP) United Nation Climate Change Conference (UNFCCC) ke-26 di Glasgow," kata Dubes Desra.
Baca juga: Isran Noor Bangga Sultan Aji Muhammad Idris Jadi Pahlawan Nasional
Bersama sejumlah pejabat Kedubes RI, Desra mengakui masalah perubahan iklim dan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia menjadi perhatian serius saat Presiden Jokowi mengikuti pembukaan COP UNFCCC.
Sebagai Dubes RI, pria kelahiran Jawa Timut ini menyebutkan isu lingkungan hidup menjadi perhatian serius warga Inggris.
Tak heran, Pemerintah Inggris memberikan perhatian kepada pemuda Indonesia yang ingin kuliah di Inggris terlebih yang terkait dengan masalah lingkungan hidup.
Baca juga: Gubernur Isran Noor Bertemu Dubes RI di Inggris, Bahas Peluang Investasi dan Kesiapan Jadi IKN
Di pertemuan yang berlangsung santai itu, Gubernur Isran Noor yang didampingi Bupati Berau Sri Juniarsih, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya'qub, Kadis LH Encek Ahmad Rafidin Rizal, Kadis Kehutanan Amrullah, serta Staf Khusus Gubernur Stepi Hakim, memaparkan sejumlah program Pemprov Kaltim dalam penanganan lingkungan hidup termasuk antisipasi perubahan iklim.
"Kaltim sangat mendukung apa yang diprogramkan Pemerintah RI terkait perubahan iklim, terlebih Kaltim sudah dicanangkan sebagai lokasi pemindahan pusat pemerintahan RI pada tahun 2024 mendatang," terang Isran Noor. (adv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/isran-noor-dan-duta-besar-republik-indonesia-desra-percaya.jpg)