Breaking News:

Berita DPRD Samarinda

Komisi III DPRD Sidak Beberapa SPBU di Samarinda Terkait Antrean Truk Solar

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda melakukan inspeksi ke sejumlah SPBU di Kota Samarinda untuk meninjau terkait antrean truk solar.

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/HANIVAN MA'RUF
Komisi III DPRD Kota Samarinda melakukan sidak ke beberapa SPBU di Samarinda terkait antrean solar, Kamis (11/11/2021). TRIBUNKALTIM.CO/HANIVAN MA'RUF 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Anggota Komisi III DPRD Samarinda melakukan inspeksi ke sejumlah SPBU di Kota Samarinda untuk meninjau terkait antrean truk solar.

Kegiatan sidak itu dilakukan pada Kamis (11/11/2021) siang yang menyasar empat lokasi SPBU, di antaranya SPBU jalan PM. Noor, SPBU Juanda, SPBU Loa Bakung, hingga SPBU Samarinda Seberang.

Saat meninjau SPBU, anggota Komisi III yang dipimpin oleh Ketua Komisi, Angkasa Jaya menemui petugas SPBU untuk bertanya terkait terjadinya antrean truk solar di sisi jalan menuju SPBU tersebut.

Mereka juga bertanya tentang pasokan solar di masing-masing SPBU apakah mengalami kendala atau tidak.

Angkasa Jaya mengungkapkan pada sidak tersebut, pihaknya mendapati beberapa temuan beberapa hal yang tidak sesuai ketentuan.

Baca juga: Komisi III DPRD Samarinda Gelar RDP Soal Antrean Truk Solar, Pertamina Sebut Tak Ada Kurangi Pasokan

Baca juga: Tiga Truk Pengetap Solar Diamankan saat Antre BBM di Samarinda, Modus Tangki Dimodifikasi Ganda

Baca juga: Kabar Solar Susah Dicari, Pertamina Pastikan Kebutuhan BBM Seiring Turunnya Level PPKM

"Salah satu temuannya di SPBU Loa Bakung ada tangki dua, yang kemungkinan disengaja untuk mereka yang menjual bahan bakar ilegal itu, tetapi sudah ditindaklanjuti oleh Pertamina, mereka akan memberikan sanksi kepada SPBU tersebut," ujar Angkasa Jaya usai melakukan sidak.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, akan melakukan rapat lanjutan dengan pihak-pihak terkait untuk membahas solusi yang bisa dilakukan dan nantinya akan memberi rekomendasi kepada pemerintah mengenai persoalan yang ditemukan oleh Komisi III.

Angkasa Jaya sendiri telah mengetahui rekomendasi dari Pemkot Samarinda tentang pengalihan pengisian solar di beberapa SPBU sebagai solusi jangka pendek.

"Ternyata hari ini belum, baru tanggal 15 (November) diberlakukan, padahal saat kita RDP itu sudah disampaikan," jelasnya lebih lanjut.

Pihaknya juga akan menyoroti proses pengangkutan solar dari Pertamina menuju masing-masing SPBU yang dilakukan oleh perusahaan Elnusa yang menurut Angkasa hingga saat ini belum dapat dimintai keterangannya.

Baca juga: Antrean Truk Isi Solar di SPBU Samarinda, Dishub Kaltim Minta Pengelola Atur Keluar Masuk Kendaraan

Maka itu, rapat lanjutan yang akan diagendakan setelah tinjauan akan memanggil kembali pihak-pihak terkait untuk membahas usulan solusi yang dapat ditindaklanjuti, baik oleh DPRD maupun Pemkot Samarinda.

"Setelah meninjau tadi, kita mengetahui bahwa jatah pasokan solar di masing-masing SPBU itu berbeda, ada yang 8 ton hingga 16 ton, kita ingin tahu apakah jatah 8 ton itu memang sepenuhnya diberikan kepada SPBU atau ada sebagian yang dijual ke pihak lain, kita akan cari tahu," ucap Angkasa Jaya. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved