Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Mengutak-atik Boks Kargo Secara Ilegal Buat Bos Ducati Marah, Panitia Lokal Mandalika Dipecat

Panitia lokal dari MGPA diduga membuka secara ilegal boks kargo Ducati dan "mengutak-atik" motor pebalap pabrikan mereka Michael Rinaldi.

Editor: Ikbal Nurkarim
SPEEDWEEK.COM
Tangkapan layar dari laman Speedweek.com mengenai berita pembongkaran peti kargo berisi motor oleh oknum petugas di Sirkuit Mandalika, kini petugas tersebut telah dipecat. 

TRIBUNKALTIM.CO -  Kejadian unboxing motor menjelang perhelatan balapan WorldSBK di Sirkuit Mandalika menuai sorotan.

Sorotan tajam tertuju kepada Mandalika Grand Prix Associaton (MGPA) selaku promotor balapan WorldSBK di Sirkuit Mandalika, Indonesia.

Pasalnya, belum lama ini telah beredar sebuah video yang menayangkan aktivitas menunjukkan motor balap tim dari peti kargo di dalam Sirkuit Mandalika.

Aksi tidak terpuji itu diduga dilakukan oleh panitia lokal dari Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

Dalam video yang beredar panitia lokal dari MGPA diduga membuka secara ilegal boks kargo Ducati dan "mengutak-atik" motor pebalap pabrikan mereka Michael Rinaldi.

Baca juga: NEWS VIDEO Akan Jajal Sirkuit Mandalika, Kawasaki W175 Custom Milik Jokowi Kini Jadi Neo Cafe Racer

Baca juga: Sebelum Dipakai untuk World Superbike, Motor Custom Jokowi akan Jajal Aspal Sirkuit Mandalika Besok

Baca juga: Unboxing Kargo Motor Ducati di Mandalika Jadi Viral, Bea dan Cukai Mataram Beri Penjelasan

Kargo serta logistik balapan untuk seri terakhir WSBK 2021 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, tersebut memang telah mendarat di Bandara Lombok sejak awal pekan ini.

Kargo diangkut oleh beberapa pesawat Boeing 777 kargo Qatar Airways yang datang dari Doha, Qatar.

Namun, pada Rabu (10/11/2021) siang, koresponden media motorsport asal Swiss, Speedweek, membocorkan video dan foto-foto seorang yang diduga panitia lokal MGPA membuka boks kargo Ducati secara ilegal dan "mengutak-atik" motor nomor 21 milik Michael Rinaldi.

Dilansir dari Kompas.com, boks kargo dan logistik tim hanya boleh dibuka oleh pihak Bea Cukai atau tim itu sendiri agar mencegah manipulasi dan juga spionase dari kubu-kubu lain.

Kejadian ini diakui sendiri oleh Direktur Eksekutif SBK Gregorio Lavilla yang menyampaikan permintaan maaf kepada kubu asal Bologna, Italia, tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved