Berita Tana Tidung
Dinkes Tana Tidung Akan Gelar Pre Test Filariasis Pada Malam Hari, Ini Alasannya
BBTKLPP Banjar Baru, akan laksanakan pre test filariasis bagi masyarakat Kabupaten Tana Tidung, hari ini, Sabtu (13/11/2021)
Penulis: Risnawati | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TANA TIDUNG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tana Tidung bersama Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjar Baru, akan laksanakan pre test filariasis bagi masyarakat Kabupaten Tana Tidung, hari ini, Sabtu (13/11/2021)
Sebagai informasi, filariasis juga dikenal dengan sebutan penyakit kaki gajah.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Tana Tidung, Hanna Juniar mengatakan, pelaksanaan pre test ini, bertujuan untuk menentukan keberhasilan pemberian obat pencegahan massal atau POPM Filariasis.
Jebolan Universitas Gadjah Mada itu menyampaikan, pelaksanaan pre test ini akan dilaksanakan pada malam ini, sekira pukul 22.00 Wita.
Baca juga: Bunda PAUD Tana Tidung Vamelia Ibrahim Ajak Wujudkan PAUD Berkualitas
Baca juga: PPKM Kabupaten Tana Tidung Turun ke Level 2, Bupati Ibrahim Ali Minta Masyarakat Tetap Taati Prokes
Baca juga: Hari Kesehatan Nasional, Dinkes Kabupaten Tana Tidung Buka Pelayanan Gerai Vaksin Covid-19
Hanna mengatakan, pelaksanaan pre test di malam hari tentu memiliki alasan tersendiri.
"Iya (harus dilakukan malam hari), untuk melihat vektor cacing di manusia," ungkapnya
Lebih lanjut dia sampaikan, pelaksanaan pre test ini akan berlangsung selama tiga malam, terhitung mulai malam ini hingga Selasa (16/11/2021) malam.
Wanita berkacamata ini menyebutkan, peserta yang akan dilakukan pre test adalah peserta usia 5 - 55 tahun.
Dikutip dari Tribunnews.com, filariasis atau penyakit kaki gajah merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filarial yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.
Tidak hanya menular dari hewan ke manusia melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini juga dapat menular dari manusia ke manusia malalui gigitan nyamuk.
Baca juga: Bapak Proklamator RI Jadi Inspirasi Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali, Ini Alasannya
"Di dalam tubuh manusia, larva cacing filarial tumbuh menjadi cacing dewasa dan dapat menghasilkan jutaan anak cacing atau mikrofilaria," terang Direktur P2P Tular Vektor dan Zoonotik, dr Siti Nadia Tarmizi, dikutip dari Tribunnews.com
"Cacing dewasa itu akan hidup di saluran dan kelenjar getah bening, sehingga dapat menyebabkan penyumbatan. Hingga akhirnya menjadi cacat menetap," lanjutnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/dinas-kesehatan-dinkes-kabupaten-tana-tidung-bersama-balai-besar-teknik-kesehatan-lingkungan.jpg)