Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Roadmap Hilirisasi Produk Kelapa Sawit, Indonesia jadi Price Center Bagi CPO Global

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas dari sektor pertanian yang memiliki daya tahan dan yang ikut serta menopang pertumbuhan ekonomi

Editor: Budi Susilo
Ekon.go.id
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Webinar dengan tema “Urgensi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional”, yang diselenggarakan oleh The Iconomics, Jumat (12/11/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas dari sektor pertanian yang memiliki daya tahan dan yang ikut serta menopang pertumbuhan ekonomi di Q3 tahun 2021.

Industri kelapa sawit juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja baik langsung maupun tidak langsung.

Pemerintah memiliki visi agar industri sawit Indonesia dapat menjadi produsen sawit terbesar dan mendorong hilirisasi atau pengembangan produk turunannya.

Roadmap hilirisasi telah disiapkan, antara lain yaitu peningkatan produktivitas, penunjang kegiatan hilir seperti oleofood, oleokimia dan biofuel, penciptaan ekosistem, tata kelola, capacity building dan pengembangan teknologi untuk pengembangan usaha kelapa sawit.

Baca juga: Pertamina Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Desa Lewat Pertashop

Baca juga: Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bergantung pada Efektivitas Penanganan Covid-19

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lampui Capaian India dan Jepang, Airlangga Hartarto Ungkap Fakta Ini

"Hal ini dilakukan agar kita bisa menjadi penentu harga ataupun price center bagi CPO global,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Webinar dengan tema “Urgensi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional”, yang diselenggarakan oleh The Iconomics, Jumat (12/11/2021).

Dengan luasan lahan 10 persen dari total global land bank for vegetable oil, Indonesia mampu menjadi negara produsen kelapa sawit terbesar dan menguasai 55 persen pangsa pasar minyak sawit dunia ataupun minyak nabati.

Selain itu juga, mampu menghasilkan 40 persen dari total minyak nabati dunia yang sangat berperan penting dalam konteks ketahanan pangan di dunia.

Industri kelapa sawit berkontribusi pada ekspor nasional sebesar 15,6 persen dari total ekspor di tahun 2020.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II Tahun 2021 Menembus Zona Ekspansif

"Nilai tersebut tentu menjadi salah satu penyumbang devisa yang secara konsisten terus meningkat meskipun di masa pandemi,” kata Menko Airlangga Hartarto.

Luas tutupan kelapa sawit nasional yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada tahun 2019 teridentifikasi sebesar 16,38 juta hektar dengan rincian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved