Breaking News:

Pekan Olahraga Nasional

Raih Perunggu di PON Papua, Petinju Kaltim Rahman Dapat Bonus Rp 50 Juta, Sebagian ke Anak Yatim

Muhammad Rahman Manurung atlet tinju Kalimantan Timur atau Kaltim berhasil meraih medali perunggu di Pekan Olahraha Nasional atau PON Papua

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Muhammad Rahman Manurung bersama dengan Manajer Tinju Kaltim Ismail Bolong, sewaktu pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kaltim, di Hoten Aston Samarinda, Sabtu (14/11/2021) malam. (TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Muhammad Rahman Manurung atlet tinju Kalimantan Timur atau Kaltim berhasil meraih medali perunggu di Pekan Olahraga Nasional atau PON Papua.

Atas prestasinya tersebut, Rahman mendapatkan apresiasi dari Manajer Tinju Kaltim Ismail Bolong, dengan bonus berupa uang tunai Rp 50 juta.

Bonus diserahkan secara simbolis sewaktu pelaksanaan pembukaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia atau Pertina Kaltim, di Hotel Aston Samarinda pada Sabtu (14/11/2021) malam.

Muhammad Rahman Manurung mengaku bahwa tidak menyangka akan mendapatkan bonus yang telah diberikan tersebut, atas itu dirinya sangat bersyukur.

"Alhamdulillah ya Allah, saya tak henti-hentinya bersyukur, ini gak nyangka," ungkapnya kepada TribunKaltim.co selepas penyerahan bonus.

Baca juga: Musprov Pertina Kaltim di Samarinda, Musrifin Umar: Jangan Sampai Ada Penyesalan

Baca juga: Tiga Petinju Saja yang Lolos PON Papua 2020, Pertina Kaltim Pilih Kukar Jadi Lokasi Puslatda

Baca juga: Lepas Atlet Tinju untuk Pra-PON di Ternate, Pertina Kaltim Targetkan Semua Lolos untuk PON Papua

Ia juga mengaku sudah berjuang untuk sampai masuk partai final, namun karena persaingan yang sangat ketat, sehingga ia hanya sampai di semifinal dan berhasil raih medali perunggu.

"Dengan raihan perunggu ini saya dapat penghargaan luar biasa, mendapatkan bonus sebesar Rp 50 juta dari Manajer Tinju Kaltim," sebutnya.

Sebagai rasa syukur, Rahman Manurung berencana menyisihkan sebagian bonus yang didapatnya untuk disumbangkan ke anak yatim dan untuk menambah modal usahanya kelak.

"Nanti akan saya sumbangkan sebagian ke anak yatim dan sisanya saya pergunakan untuk modal usaha," bebernya.

Ia menambahkan bahwa PON kali ini, merupakan keikutsertaan terakhirnya pada event empat tahunan itu, lantaran usia yang telah mencapai batasnya.

Baca juga: Hasil Pra-PON Pertama Cabor Tinju Tak Sesuai Prediksi, Hanya Mampu Loloskan 2 Petinju Kaltim Ke PON

Kendati demikian jikau diberi kesempatan, dirinya bertekat untuk membantu melatih para atlet tinju Benua Etam.

"22 tahun saya berkecimpung ditinju, sampai sekarang saya tidak bisa jauh dari tinju. InsyaAllah saya akan bantu latih adik-adik, tetapi itu tergantung dari Pengprov Pertina Kaltim," imbuh lelaki kelahiran 11 November 1983 itu.

Diinformasikan sewaktu penyerahan bonus kepada Rahman Manurung itu, juga diserahkan bonus kepada dua pelatih Tinju Kaltim berupa uang tunai Rp 15 juta. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved