Breaking News:

Berita Bontang Terkini

Harga Minyak Goreng di Bontang Naik Drastis, Pedagang Jual Rp 36 Ribu Per Dua Liter

Diketahui, kini minyak goreng dipasaran kini menumbus harga diangka Rp 36 ribu untuk kemasan 2 liter

Penulis: Ismail Usman | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Salah Satu Pedagang Sembako di Pasar Tamrin Bontang. Harga minyak goreng di Bontang terus naik.TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG- Nyaris sebulan terakhir, harga minyak goreng di Bontang kembali membubung tinggi.

Diketahui, kini minyak goreng dipasaran kini menumbus harga diangka Rp 36 ribu untuk kemasan 2 liter.

Salah satu pedagang sembako, Erna (45) mengatakan harga minyak yang mahal itu menyesuaikan dengan biaya modal perkemasan.

Bahkan ada kemungkinan harga minyak beberapa waktu kedepan akan bisa naik diharga Rp 40 ribu per dua liter.

"Harga dari pemasok memang mahal. Rp 35 ribu kita belikan," ujarnya saat ditemui di lapaknya Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin), Senin (15/11/2021).

Baca juga: Harga Minyak Goreng Indonesia Naik, Warga Nunukan Nantikan Pasokan Migor Malaysia

Baca juga: Harga Minyak Goreng Naik di Tarakan, Salah Satunya Dipicu Kenaikan Harga CPO Dunia

Baca juga: Harga Minyak Goreng Terus Naik di Kabupaten Tana Tidung, Kenaikan Dipicu Harga Sawit Anjlok

Biasanya harga modal hanya sekitar Rp 29 rupiah di kemasan dua liter. Sehingga harga jualnya hanya berkisar Rp 30 ribu.

"Naiknya lima ribuan. Satu kardus yang isi 6 di kemasan dua liter, itu sudah Rp 210 ribu. Biasanya gak nyampe dua ratus," ungkap Erna.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kabid Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Pertanian (DKP3) Bontang, Debora Kristiani menjelaskan, kenaikan itu tidak hanya di Bontang. Namun menyeluruh bahkan hampir seluruh daerah.

Untuk skala nasional, kenaikan harga didasari biaya logistik yang juga ikut meningkat. Sebab, selama pandemi biaya transportasi untuk distribusi mengalami keniakan. 

"Kalau diliat secara internasional, memang ada kelangkaan di negara pemasok. Misalnya di Argentina itu juga ada kelangkaan," ujar Debora dihubungi melalui telepon.

Namun dikatakan Debora, untuk ketersediaan minyak dipasaran masih cukup stabil. Baik skala nasional maupun daerah.

Jika nantinya terjadi kelangkaan, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Rumah Tani Nasional, untuk menggelar pangan murah.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Terpantau Naik di Kutim, Komoditas Ikan Justru Turun

Disinggung soal perkiraan harga minyak yang akan naik hingga Rp 40 ribu, ia mengaku jika itu hanya perkiraan para pedagang.

Sejauh ini belum informasi itu belum bisa dibenarkan. Tapi Debora berharap hal itu tidak terjadi.

"Tapi kalau terjadi kelangkaan, kami akan upayakan kerja sama dengan pihak Rumah Tani itu tadi. Jadi bisa sedikit diminimalisir," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved