Breaking News:

Jadi Presidensi G20, Airlangga: Ini Menjadikan Indonesia Ikut Menentukan Arah Perekonomian Dunia

Group of Twenty (G20) merupakan forum koordinasi kebijakan yang lahir sebagai respons terhadap krisis ekonomi tahun 1998-1999 yang merepresentasikan

Editor: Diah Anggraeni
ekon.go.id
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. 

Dengan sekitar 150 pertemuan sepanjang tahun, manfaat ekonomi yang diperoleh bisa mencapai 1,5 sampai 2 kali lebih besar dari acara IMF-WB Annual Meeting tahun 2018.

Tema besar yang dipilih pemerintah, "Recover Together, Recover Stronger".

Pemulihan di beberapa negara sudah terjadi, tapi masih belum merata dan rentan.

Akses terhadap vaksin masih rendah, khususnya bagi Low Income Developing Countries (LIDCs).

Indonesia berkomitmen memperjuangkan kesetaraan akses terhadap vaksin dan memberikan kesempatan bagi negara untuk memproduksi sendiri vaksin Covid-19 serta mendorong distribusi yang lebih merata.

Baca juga: Airlangga Sebut Visi dan Semangat Kolaborasi Kunci Utama Kebangkitan Sektor Industri Asia Pasifik

Pemulihan yang kuat adalah pemulihan yang inklusif. Ekonomi yang kuat adalah ekonomi yang mampu bertransformasi.

Semuanya ini sejalan dengan visi G20, yakni menciptakan pertumbuhan ekonomi yang kuat, seimbang, berkelanjutan, dan inklusif, serta berkontribusi terhadap upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional pada 2022 sebesar 5,2 persen - 5,5 persen.

"Penghargaan yang tinggi kami berikan kepada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta atas dukungan dan kesediaannya untuk bersama-sama Kemenko Perekonomian dalam menyiapkan Presidensi G20 Indonesia tahun depan," tutur Menko Airlangga.

"Acara hari ini memiliki dua arti penting. Pertama, sarana sosialisasi dari peluang dan aspirasi Presidensi G20 Indonesia terhadap dunia. Dan kedua, memberikan masukan bagi Pemerintah untuk memaksimalkan manfaat Presidensi Indonesia bagi masyarakat," imbuhnya.

Baca juga: Bank Dunia Puji Prakerja Berdampak Positif di 3 Sektor, Airlangga: Bukti Rencana Kerja Sesuai Jalur

Muhammadiyah dan Aisyiyah telah banyak memberikan manfaat bagi peningkatan dan kemajuan harkat dan martabat Indonesia sekaligus memberikan warna tersendiri dalam aspek sosial, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan yang selama ini menjadi titik tolak gerakannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved