Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Orang Miskin di Nunukan Makin Berkurang, dari Lebih 17 Ribu KK Turun Jadi 16 Ribu KK

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Nunukan Jabbar mengatakan, orang miskin di Kabupaten Nunukan tahun 2021 ini mengalami penurunan.

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/FELIS
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nunukan Jabbar. Ia mengatakan, orang miskin di Kabupaten Nunukan tahun 2021 ini mengalami penurunan. TRIBUNKALTIM.CO/FELIS 

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Kepala Dinas Sosial Nunukan Jabbar mengatakan, orang miskin di Kabupaten Nunukan tahun 2021 ini mengalami penurunan.

Hal itu dilihat dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Nunukan tahun 2020 dan 2021.

"Kalau dilihat dari DTKS tahun 2020 ke 2021 orang miskin di Kabupaten Nunukan berkurang. Dari angka 17 ribu lebih KK turun jadi 16 ribu sekian. Lalu, dari 72 ribu jiwa menjadi 67 ribu jiwa," kata Jabbar kepada TribunKaltim.Co, Senin (15/11/2021), sore.

Mengenai orang miskin di Nunukan baik yang muncul akibat pandemi Covid-19 maupun sebelum itu, sudah ditangani melalui berbagai macam bantuan.

"Jadi Bansos itu ada beberapa kategori ada yang reguler seperti PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang dulunya Raskin dan Rastra," ucapnya.

Tak hanya itu, tahun 2020 awal Covid-19, kata Jabbar ada program BST (Bantuan Sosial Tunai) lewat kantor Pos.

Baca juga: Mulai Senin 15 November, Sat Lantas Polres Nunukan Operasi Zebra Kayan, Belum Vaksin Ikut Diperiksa

Baca juga: Pelajar Nunukan Dapat Medali KSN 2021, Belum Ada Reward dari Kabupaten dan Provinsi

Baca juga: Cara Membuat Tas Anyaman Khas Tidung ala Warga Nunukan Kalimantan Utara

"Itu bantuan bagi mereka yang karena Covid-19 kehilangan pekerjaan dan tergolong tidak mampu. Terakhir periodenya hanya sampai Mei-Juni, karena Covid-19 sudah mulai reda," tambah Jabbar.

Untuk tingkat kabupaten, nama bantuanya Jaring Pengaman Sosial (JPS).

Menurut Jabbar bantuan tersebut khusus bagi warga miskin yang terdampak Covid-19 dan tidak mendapatkan bantuan lainnya seperti PKH, BST, dan BPNT. Bahkan, beber dia ada juta program BLT yang bersumber dari dana desa.

Untuk JPS sudah dua kali dilaksanakan sejak 2020 dan untuk tahun ini masih ada 200 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum mengurus pencairan bantuannya ke bank.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved