Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Satu Pelaku Masih Buron, Apresiasi Petugas Bandara Cegah Pengiriman Barang Haram di Tarakan 2,9 Kg

Tim BNNP Kaltara terus berupaya mengejar pelaku ED yang sudah masuk dalam daftar DPO.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Kepala BNNP Kaltara, Brigjend Pol Samudi, menyatakan, pada dasarnya kasus-kasus narkotika terus dikebut. Termasuk pelaku ED yang saat ini masih menjadi buronan, Senin (15/11/2021).  

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Tim BNNP Kaltara terus berupaya mengejar pelaku ED yang sudah masuk dalam daftar DPO.

Diketahui pelaku ED merupakan salah seorang yang terlibat dalam proses pengiriman sabu-sabu 2,9 kilogram dari Kabupaten Nunukan menuju Tarakan dan tujuan ke Parepare menggunakan jasa pengiriman Tiki pada 9 Oktober 2021 lalu.

Dikatakan Brigjend Pol Samudi, Kepala BNNP Kaltara, pada dasarnya kasus-kasus narkotika terus dikebut. Termasuk pelaku ED yang saat ini masih menjadi buronan.

Untuk dua pelaku lainnya sudah ditahan. Untuk ED masih dilakukan pengejaran. Kemugkinan pengirim ED ini sudah tahu.

Baca juga: BNNP Kaltara Amankan 4,9 Kg Barang Haram dari Dua Kasus Tangkapan Berbeda

Baca juga: Cara Membuat Tas Anyaman Khas Tidung ala Warga Nunukan Kalimantan Utara

Baca juga: Bawa Barang Haram ke Tana Tidung, Pelaku Sempat Buang Narkotika ke Laut

"Sehingga saat kami masih di Parepare, ED sudah melarikan diri di Nunukan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pihaknya akan terus melakukan upaya agar bisa mendapatkan ED. Keterangan sang istri sendiri, keberadaan ED tidak diketahui.

“Sekalipun itu suaminya. Kami tidak memantau secara langsung, kami juga menggunakan IT untuk melacak keberadaan tersangka ED. Sampai saat ini belum tertangkap. Dia domisili Nunukan,” jelasnya.

Ia melanjutkan mengenai dugaan melarikan diri ke Malaysia, pihaknya belum bisa membenarkan dan masih akan terus dilakukan pemantauan.

Baca juga: Polres Berau Tangkap Bandar dan Pelaku Pengedar Barang Haram Saat Operasi Antik Mahakam

Dua orang yang sudah tertangkap sendiri, mengaku baru sekali melakukan aksi itu. Mengunakan modus pengiriman barang berupa ban melalui Tiki.

“Dua orang ini baru pertama kali, coba-coba. Dengan cara mengelabui pakai modus dililit pakai ban motor dengan harapan bisa mengelabui petugas Avsec,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved