Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Lapas Nunukan Aktifkan Pelatihan Menjahit, Harap WBP Bebas Kantongi Sertifikat Keterampilan

Lapas Klas II B Nunukan mulai aktifkan pelatihan menjahit untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Kegiatan pelatihan menjahit di dalam Lapas Klas IIB Nunukan, Kalimantan Utara, belum lama ini. TRIBUNKALTIM.CO/HO/Hendra 

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN- Lapas Klas II B Nunukan mulai aktifkan pelatihan menjahit untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kasi Pembinaan dan Kegiatan Kerja (Binadik), Lapas Klas IIB Nunukan, Hendra Maha Saputra, mengatakan dalam giat menjahit itu, pihaknya menjalin kerjasama dengan Forum Komunikasi UMKM Kalimantan Utara (Fokutara).

"Peserta pelatihan menjahit ada 20 WBP diantaranya 10 laki-laki dan 10 perempuan. Untuk instruktur pelatihannya dari Fokutara. Kita sudah MoU dengan mereka," kata Hendra Maha Saputra kepada TribunKaltim.Co, Selasa (16/11/2021), pukul 13.30 Wita.

Menurutnya, terhadap peserta itu akan dilakukan uji kompetensi, yang nanti diberikan sertifikat pelatihan.

Baca juga: Orang Miskin di Nunukan Makin Berkurang, dari Lebih 17 Ribu KK Turun Jadi 16 Ribu KK

Baca juga: Jelang Nataru, DPRD Nunukan Minta Pemda Pikiran SOA Barang ke Krayan

Baca juga: Dinsos Nunukan Sebut Orang Miskin Berkurang, Ratusan KPM Belum Cairkan Bantuan

Dia berharap dengan adanya sertifikat pelatihan menjahit, saat WBP bebas bisa digunakan sebagai bekal untuk bekerja.

"Kita berharap ketika mereka bebas bisa menjadi bekal untuk mendaftar di bidang konvensi atau Fokutara sebagai mitra kami bisa merekrut mereka. Sehingga begitu bebas ada potensi yang bisa mereka kembangkan di luar," ucap Hendra.

Hendra mengaku, pelatihan menjahit sudah berjalan selama dua pekan dengan tiga kali pertemuan dalam satu minggu.

Sebagai bahan pelatihan diawal, 20 WBP itu diminta untuk menyelesaikan masing-masing satu sarung kursi .

"Mereka diminta menjahit sarung kursi dan sudah melalui tahap mengukur bahan, membuat pola, menggunting kain, dan menjahit. Saat ini sudah masuk tahap finishing. Tinggal pemberian pita di kursi biar kelihatan bagus," ujarnya.

Baca juga: Cara Membuat Tas Anyaman Khas Tidung ala Warga Nunukan Kalimantan Utara

Ketika sudah WBP sudah mahir menjahit, Hendra beberkan pihaknya akan memproduksi jahitan lebih banyak lagi sesuai pesanan konsumen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved