Breaking News:

Berita Kaltim Terkini

UMP Kaltim Tahun 2022 Naik 1,11 Persen, Rapat Penetapan Berlangsung Dinamis

Berdasarkan rapat Dewan Pengupahan Kaltim, Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim naik 1,11 persen dengan nilai Rp 33.118,50,

HO/APINDO KALTIM
Rapat Dewan Pengupahan Kalimantan Timur dalam menetapkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim tahun 2022.  HO/APINDO KALTIM 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Berdasarkan rapat Dewan Pengupahan Kaltim, Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim naik 1,11 persen dengan nilai Rp 33.118,50, dari UMP 2021 sebesar Rp 2.981.378,72, menjadi Rp 3.014.497,22.

Besaran kenaikan diperoleh berdasarkan rumusan PP 36/2021 yang merupakan turunan UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo Kaltim Slamet Brotosiswoyo (SBS) mengatakan, proses penetapan UMP 2022 cukup dinamis.

Perwakilan serikat pekerja sempat menolak menandatangani besaran UMP Kaltim karena menilai kenaikan relatif kecil.

Sementara, tuntutan perwakilan serikat pekerja adalah kenaikan dengan angka 1,68 persen.

"Apindo Kaltim, dalam hal ini mengambil posisi tegak lurus dengan aturan yang berlaku. Bahwa pembentukan PP 36/2021 sudah melalui serangkaian pembahasan baik di kalangan akademisi, para profesional dan pemerintahan secara menyeluruh," jelasnya.

Baca juga: Gubernur Isran Noor Tegaskan UMP Kaltim 2021 tak Alami Kenaikan, Segini Besarannya

Baca juga: UMP Kaltim 2020 Rp 2,9 Juta, Akan Diturunkan Tim Khusus Lakukan Pengawasan di Perusahaan

Baca juga: UMP Kaltim 2019 Telah Ditetapkan, Ini Besaran Kenaikannya

Menurutnya serikat buruh tidak perlu menolak sampai melakukan aksi yang mengancam kondusivitas Kaltim.

Karena keputusan penggunaan formula penghitungan UMP 2022, sudah mutlak diatur di dalam kebijakan pemerintah.

"Gubernur juga tidak bisa menyimpang dari (peraturan) itu," tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved