Breaking News:

Wanita Hamil Tewas

Wanita Hamil yang Ditemukan Tewas di Kontrakannya di Samarinda, Keluarga Tolak Visum dan Autopsi

Hal itu dipicu karena diduga AL sudah menenggak minuman keras selama tiga hari berturut-turut

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Beberapa barang bukti termasuk botol-botol miras, yang diamankan pihak kepolisian dari rumah kontrakan AL, Rabu (17/11/2021) malam. TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Terkait penyebab AL (26) tewas di kamar kontrakannya, di Perumahan Ariesco, Jalan Emboen Soeryana, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Rabu (17/11/2021) kemarin, Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda sebut akibat sesak nafas.

Hal itu dipicu karena diduga AL sudah menenggak minuman keras selama tiga hari berturut-turut.

Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya 4 botol miras di kamar korban.

"Juga saat kita temukan (jasadnya) dari mulut korban tercium bau alkohol," beber Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Adika Dharma Sena melalui Kasubnit Inafis Aipda Harry Cahyadi saat dimonfirmasi TribunKaltim.Co, Kamis (18/11/2021).

"Selain itu juga ada kotoran yang keluar dari area sensitif korban. Jadi meninggalnya memang sakit," sambungnya.

Baca juga: BREAKING NEWS Wanita Hamil 5 Bulan di Samarinda Ditemukan Tewas di Kontrakan

Baca juga: Tak Kelihatan Seharian, Pria di Balikpapan Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Masjid

Baca juga: Berpengalaman di Medan Tempur, Pasukan TNI Macan Kumbang Pukul Mundur & Tewaskan Anggota KKB Papua

Dugaan ini pun diperkuat dari penuturan suami sirih korban, HM (32) yang menuturkan istrinya memang suka menenggak minuman keras.

Juga sebelum ditemukan tak bernyawa, mereka sempat terlibat cekcok pada Senin (15/11/2021) lalu.

Saat kejadian, Ia tengah berada di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara karena urusan pekerjaan.

"Saya sudah sering bilang jangan minum (miras) terus. Apalagi lagi hamil. Temannya juga yang belikan minuman," ucapnya.

"Tapi mungkin memang umur istri Saya hanya sampai di sini. Mohon doanya agar Dia tenang dan kami diberikan ketabahan," tutupnya.

Sementara itu, Kapolsek Samarinda Kota, AKP Creato Sonitehe Gulo menerangkan, pihak keluarga menolak visum ataupun autopsi terhadap jasad wanita yang tengah hamil 5 bulan tersebut.

Dari keputusan keluarga yang didukung hasil olah TKP awal tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, maka pihaknya tidak melanjutkan proses hukum atau penyelidikan.

"Juga pihak keluarga sudah menerima kepergian AL. Jadi kita kembalikan ke pihak keluarga," ucapnya saat dikonfirmasi TribunKaltim.Co, Kamis (18/11/2021) sore ini.

Baca juga: Ini Kronologi dan Penyebab Atul Tewas di Kamar Hotel di Samarinda

"Jadi kami sudah buatkan surat pernyataan terkait penolakan visum maupun autopsi tersebut. Jadi tadi pagi jenazah dijemput keluarga dan langsung dimakamkan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved