Breaking News:

Kabar Artis

Aset Keluarga Nirina Zubir Dirampas Asisten Ibunya, BPN Pastikan Bisa Dikembalikan

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil mengakui masih ada oknum di BPN yang terlibat dalam kasus mafia tanah.

Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Rilis penangkapan tiga pelaku penggelapan aset orangtua Nirina Zubir, di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (18/11/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Kasus perampasan aset tak bergerak atau mafia tanah yang diduga dilakukan mantan asisten rumah tangga (ART) Nirina Zubir, Riri Khasmita terus berlanjut.

Riri Khasmita bersama suami dan seorang oknum PPAT sudah menjadi tersangka dalam kasus ini.

Sementara itu Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil mengakui masih ada oknum di BPN yang terlibat dalam kasus mafia tanah.

Baca juga: NEWS VIDEO Keluarga Nirina Zubir Jadi Korban Mafia Tanah, Pelaku Diduga ART-nya

Baca juga: Instruksi Presiden Jokowi Basmi Mafia Tanah, Kepala ATR/BPN Kaltim Akan Koordinasi dengan Polisi

Baca juga: Dukung Pemberantasan Mafia Tanah, Gubernur Ganjar Apresiasi Keseriusan Kementerian ATR/BPN

"Kami akui masih ada oknum aparat BPN yang terlibat dalam kasus pertanahan," kata Sofyan dalam konferensi pers di Mercure Hotel Ancol, Jakarta Utara, Rabu (17/11/2021) malam.

Oknum tersebut bahkan ada yang menduduki posisi kepala kantor wilayah.

Sofyan memastikan pihaknya terus melakukan penindakan terhadap oknum-oknum di Kementerian ATR/BPN yang terlibat dalam kasus mafia tanah.

"Macam-macam tergantung kesalahannya. Ada yang kita copot, ada yang kita pidanakan, turunkan pangkat, dan kita peringatkan," kata Sofyan, seperti dilansir dari Tribunnews.com dengan judul BPN Pastikan Aset Keluarga Nirina Zubir yang Dirampas ART akan Kembali

"Bahkan kepala kantor wilayah BPN kita copot dan pidanakan," katanya menegaskan.

Sofyan mengatakan keberadaan oknum nakal di Kementerian ATR/ BPN itu ibarat buah apel dalam keranjang.

Di dalam 'keranjang' Kementerian ATR/BPN sekarang itu ada 38 ribu pegawai. Dari jumlah itu ada beberapa yang rusak.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved