Breaking News:

Berita Paser Terkini

Belum Ada TPS, Pengelola Sampah Desa Kendarom, Kecamatan Kuaro Kabupaten Paser Mengaku Kewalahan

Pengelola sampah di Desa Kendarom, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser mengaku kewalahan dalam menanagani sampah rumah tangga masyarakat.

TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Eva Samitosari, Ketua Posyantekdes sekaligus pencetus Bank Sampah Amanah Desa Kendarom, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Pengelola sampah di Desa Kendarom, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser mengaku kewalahan dalam menanagani sampah rumah tangga masyarakat.

Hal itu disebabkan, belum adanya Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang disediakan pemerintah desa, untuk digunakan masyarakat sebagai wadah pembuangan sampah.

Ketua Posyantekdes yang juga pencetus Bank Sampah Amanah Desa Kendarom, Eva Sasmitosari mengatakan, dalam menangani masalah tersebut pihaknya telah mengusulkan ke pemerintah desa untuk menyediakan lahan.

"Maksud kami itu, sebagai pengurus bank sampah kita bisa disediakan tempat atau lahan yang jauh dari pemukiman masyarakat untuk penampungan sampah sementara, sebelum diangkut ke TPA," kata Eva, Jumat (19/11/2021).

Menurutnya, setelah ada lahan TPS, besar kemungkinan masalah sampah di Desa Kendarom ini bisa diatasi secara maksimal. "Tidak usah terlalu luas, 20 meter persegi saja sudah cukup, karena sampah tidak ditimbun lama, bisa seminggu sekali kita muat ke TPA," jelas Eva.

Baca juga: Seorang Ibu di Nunukan Olah Sampah Rumah Tangga dan Daun Pandan Jadi Kerajinan Tangan Menarik

Baca juga: Komisi III DPRD Kaltim Nilai Sampah Rumah Tangga Masih Menjadi Masalah di Sungai Karang Mumus

Baca juga: Sampah Rumah Tangga Meningkat Selama Pandemi, DLH Balikpapan Ubah Rute Pengangkutan

Desa Kendarom belum ada sama sekali bak sampah. Sehingga ada beberapa masyarakat yang membuang sampah di perkebunan sawit. Tidak hanya sampai disitu, terkadang masyarakat juga membuang sampah di sungai.

"Kalau untuk bak sampahnya, nanti kita bisa konsultasikan ke DLH penanganannya seperti apa," cetusnya.

Eva mengaku, telah mengusulkan juga ke Pemerintah Desa untuk pengadaan armada, untuk digunakan dalam mengangkut sampah.

Pasalnya di Desa Kendarom terdapat 11 RT, sehingga membutuhkan waktu dalam pengangkutan sampah tiap harinya.

"Kalau bisa 2 kendaraan roda 3, namun dengan jumlah KK yang lumayan banyak, harusnya sudah pakai dump track di sini, kalau pakai motor waktunya terbatas dan biayanya juga lebih mahal, mungkin 1 RT itu bisa 3 kali mondar-mandir dikalikan 11 RT, jadi harus dijadwalkan," urai Eva.

Baca juga: Wacana Pemkot Bontang Memungut Retribusi Sampah Rumah Tangga Ditolak DPRD, Berikut Penjelasannya

Ia berharap kedepannya, pemerintah harus betul-betul memperhatikan dan mengatasi persoalan sampah di Paser, karena menurutnya masalah seperti ini perlu perhatian yang lebih.

Dalam hal pengelolaan, telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Bahwa sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved