Breaking News:

Info BMKG

BMKG Tarakan Rencana Datangkan Alat Ukur Ketinggian Air Laut dan Gelombang, Antisipasi Kondisi Cuaca

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Tarakan mengimbau masyarakat Kaltara mengantisipasi kondisi cuaca di akhir tahun 2021.

TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
Direncanakan di perairan Kaltara akan dipasang alat pengukur ketinggian air laut dan gelombang dan ditempatkan di area Pelabuhan Malundung. TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Tarakan mengimbau masyarakat Kaltara mengantisipasi kondisi cuaca di akhir tahun 2021.

Salah satu fenomena alam yang setiap tahun terjadi yakni banjir rob atau naiknya air laut ke darat.

Dikatakan M Sulam Khilmi, Kepala BMKG Tarakan, data terkait kenaikan air permukaan laut sampai saat ini belum bisa dipaparkan BMKG Tarakan karena keterbatasan alat pengukuran yang tersedia.

“Pengukuran tinggi muka air laut belum dilakukan karena pertama belum ada perangkatnya,” ujarnya.

Pihak yang mengelurkan data pasang surut tidak menjadi tupoksi BMKG Tarakan. “Bukan kami. Jadi pihak TNI AL yang berkompeten mengeluarkan data atau perkiraan pasang surut,” jelasnya.

Baca juga: Bibit Siklon dan Fenomena La Nina Terdeteksi, BMKG Tarakan Imbau Masyarakat Waspada

Baca juga: Banjir Rob Rendam Permukiman Warga Pesisir Tarakan, Korban Akui Setiap Tahun Dilanda Air Pasang

Baca juga: BMKG Imbau Warga Waspada Hujan Saat Banjir Rob di Tarakan, Malam Ini Prediksi Puncak Air Pasang

M Sulam Khilmi melanjutkan, untuk perangkat, membutuhkan beberapa instrument. Dan tupoksi pihaknya saat ini adalah memberikan prakiraan cuaca selama beberapa hari ke depan.

“Meliputi hujan atau tidak, potensi guntur atau tidak, tinggi gelombang. Dan tinggi gelombang juga berbeda dengan tinggi muka air laut,” jelasnya.

Saat pasang atau puncak pasang terjadi, tidak harus selalu gelombang tinggi. Tinggi gelombang itu didefinisikan sebagai pergerakan air di atas permukaan air laut itu sendiri.

“Tupoksi kami lainnya, berikan informasi cuaca penerbangan dan kami konsen ke sana,” jelasnya.

Ia melanjutkan, beberapa Kantor BMKG tupoksi awalnya dibagi beberapa bidang. Ada yang fokus penerbangan, fokus di klimatologi untuk pertanian, dan maritim untuk laut, dan geofisika untuk gempa bumi.

Baca juga: Minimalisasi Banjir Rob, Pemkot Bontang Rencana Membangun Dua Pintu Penghalang Air, Tahun Depan

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved