Berita Pemprov Kalimantan Timur

Jauhar Efendi Ingatkan Jajaran ASN Pemprov Kaltim, Perencanaan dan Pelaksanaan Harus Selaras

Mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Dr HM Jauhar Efendi

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas Pemprov Kaltim
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim, M Jauhar Efendi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Dr HM Jauhar Efendi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Peta Proses Bisnis dan Penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur di Le Grande Ballroom Grand Jatra, Balikpapan, Rabu (17/11/2021).

"Saya hanya ingin menyampaikan sesuatu yang biasa itu belum tentu benar, tetapi sesuatu yang benar harus dibiasakan," katanya.

Baca juga: Buka Sosialisasi Pergub Kaltim 23/2021, HM Sabani: Hibah Pemprov Kaltim Harus Lebih Selektif

Ungkapan sekaligus kata-kata motivasi itu, lanjutnya, memiliki makna besar yang harus tertanam dalam diri setiap aparatur pemerintah dalam mengemban tugas pokok dan fungsinya.

"Ini maknanya dalam sekali. Dan ini kelihatannya persoalan sepele bagi aparatur pemerintahan, tapi bukan hal sepele," tegasnya.

Karenanya, Jauhar mengajak jajaran ASN di lingkup Pemprov Kaltim, khususnya kepala Sub Bagian Tata Usaha dan operator di setiap biro membiasakan pola kerja yang benar.

"Di sinilah sebenarnya kita mulai dari perencanaan, pengumpulan data sampai fase akhir SAKIP yakni pelaporan," ungkapnya.

Baca juga: Toleransi Beragama Menuju Kaltim Berdaulat, Butuh Peran Seluruh Elemen

Jauhar mengibaratkan pelaku usaha atau swasta yang bisa sukses membangun dan mengembangkan usahanya, hanya bermodal semangat kerja, tidak semata pandai merencanakan.

Bahkan, si pelaku usaha menyebutkan dirinya hanya memegang prinsip dan rumus kerja 12A dalam membangun dan mengembangkan usahanya.

"A pertama action, A kedua action, A ketiga action hingga A kesebelas action. Artinya, dalam bekerja ini planning atau merencanakan sesuatu itu penting, tapi langsung dieksekusi (action) atau dilaksanakan, itu lebih penting," bebernya.

Kembali Jauhar mengingatkan aparatur lingkup Setda dan Pemprov Kaltim bahwa membuat perencanaan itu bagus tapi kalau perencanaan tidak dieksekusi, akhirnya hanya menjadi tumpukan-tumpukan hasil perencanaan dan penelitian tapi tidak mempengaruhi sebuah kebijakan.

Baca juga: Kembangkan Potensi Para Perajin Lokal, Dekranasda Kaltim Belajar Ekraf ke Bandung

Karena itu, tambah Jauhar, selain mimpi dan membuat perencanaan, juga harus dieksekusi dan dilakukan evaluasi di tengah-tengahnya untuk memastikan apa kelemahannya atau bagaimana memperbaiki untuk menguatkannya.

"Jadi tidak hanya punya kemauan (merencanakan), tapi mampu dieksekusi, diwujudkan dan direalisasikan agar program dan kegiatan yang ditargetkan mampu dicapai," pungkas Jauhar seraya meyakini peserta yang terdiri dari kasubbag TU dan operator mampu mengimplementasikan tupoksi-nya setelah mengikuti bimtek. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved