Breaking News:

Berita Tana Tidung Terkini

Kabupaten Tana Tidung Punya 16 Kasus Penyakit Kaki Gajah, Tersebar di 3 Desa

Kabupaten Tana Tidung, menjadi satu dari tiga daerah di Kalimantan Utara yang memiliki kasus Filariasis atau penyakit kaki gajah

Penulis: Risnawati | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tana Tidung, Hanna Juniar, menuturkan, dalam kurun waktu 5 tahun, terdapat 16 kasus filariasis atau penyakit Kaki Gajah di Kabupaten Tana Tidung. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA TIDUNG - Kabupaten Tana Tidung, menjadi satu dari tiga daerah di Kalimantan Utara yang memiliki kasus Filariasis atau penyakit kaki gajah.

Dalam kurun waktu 5 tahun, terdapat 16 kasus filariasis di Kabupaten Tana Tidung.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tana Tidung, Hanna Juniar mengatakan, 16 kasus tersebut tersebar di tiga desa yang ada di Tana Tidung.

"Itu di Desa Sepala Dalung, Desa Sesayap, dan Desa Sedulun," ujarnya kepada TribunKaltim.co pada Jumat (19/11/2021).

Baca juga: Dinkes Tana Tidung Akan Gelar Pre Test Filariasis Pada Malam Hari, Ini Alasannya

Baca juga: Buka Pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah, Bupati Ajak Masyarakat Perangi Penyakit Kaki Gajah

Baca juga: Ditanya Hasil Uji Tes Darah 140 Warga, Jawaban Tim Eliminasi Kaki Gajah Bikin Deg-degan. . .

Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan pre test di daerah spot dan daerah sentinel.

Sebagai informasi, daerah sentinel adalah daerah yang memiliki kasus filariasis.

Sementara, daerah spot adalah daerah yang berdekatan langsung dengan daerah yang memiliki kasus filariasis.

Jebolan Universitas Gadjah Mada itu, menyebutkan, sebanyak 660 warga Kabupaten Tana Tidung yang diperiksa terkait filariasis.

Baca juga: Uji Tes Darah Tepi Rampung, Jumlah Warga Penderita Kaki Gajah Terus Bertambah

"Jadi ada beberapa warga itu yang kita jadikan sampel mulai usia 5 samapi 60 tahun," ujarnya.

Dan diperiksa darahnya. "Kecuali ibu hamil dan penderita hipertensi," katanya.

Dia menambahkan, apabila dari 660 sampel tersebut masih terdapat virus filariasis.

Maka program pengobatan filariasis akan diulang kembali.

"Program akan kita lanjutkan lagi. Jadi minum obat filariasis lagi selama 2 tahun berturut-turut," lanjutnya. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved