Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Sapi di Tengah Sirkuit Mandalika

Hal unik terlihat seketika masuk ke dalam Sirkuit Mandalika menuju arah Standart Grand Stand 1 atau tepat di belakang Premier Grand Stand.

Editor: Wahyu Triono

TRIBUNKALTIM.CO - Hal unik terlihat seketika masuk ke dalam Sirkuit Mandalika menuju arah Standart Grand Stand 1 atau tepat di belakang Premier Grand Stand.

Pengunjung akan mendapati sebuah lahan yang masih banyak ditumbuhi oleh pohon-pohon, termasuk kelapa.

Di bawahnya, begitu banyak sapi-sapi yang berkeliaran tetapi terikat oleh tali cukup panjang dari sang pemiliknya.

Ya, sapi tersebut merupakan hewan ternak warga Dusun Bunut, Desa Kuta, Lombok Tengah.

"Sapi di sini semuanya terikat. Banyak juga yang masuk kandang," kata warga Dusun Bunut, Reme, seperti dikutip dari Kompas.com.

"Panitia WSBK (World Superbike) sudah mewanti-wanti agar sapi tidak lepas, jadi sudah kami ikat," ujar dia melanjutkan.

Baca juga: Sempat Ditunda, Asia Talent Cup Gelar Balapan Bareng WSBK 2021 di Sirkuit Mandalika Akhir Pekan Ini

Reme juga berkomitmen untuk membantu gelaran WSBK Mandalika agar lebih meriah. "Saya juga bekerja di sini (gelaran WSBK Mandalika) sebagai pengelola kebersihan," jelas dia.

"Saya juga mendapat bayaran dari pekerjaan itu. Satu hari Rp. 130.000, itu Rp. 100.000 harian, sisanya uang makan."

Menurutnya banyak warga Dusun Bunut lainnya yang juga bekerja untuk membantu kelancaran gelaran WSBK di Sirkuit Mandalika.

Mengapa Warga Dusun Bunut Ada di Tengah Sirkuit Mandalika?

Usut punya usut, warga Bunut tidak segera pindah dari tengah Sirkuit Mandalika karena tanah mereka belum dibeli.

Baca juga: Inilah Sosok Pria Berbaju Putih yang Unboxing Kargo Motor WSBK Milik Ducati di Sirkuit Mandalika

Reme mengaku jika bersedia untuk pindah dan sudah memliki tujuan.

Soal harga tanah juga sudah disepakati antara warga Dusun Bunut dengan pemerintah, dalam hal ini adalah ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation).

"Sudah ada keputusan soal harga tanah, tetapi belum ada harga yang pas untuk bangunan," jelas Reme. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved