Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

UMP Kaltara 2022 Naik, Ketua Apindo Nunukan Hamim Tohari: Penetapan UMK Segera Dilakukan

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Nunukan, Mohammad Hamim Tohari, turut memberikan komentar

Editor: Budi Susilo
Kompas.com
Ilustrasi Uang. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Nunukan, Mohammad Hamim Tohari, turut memberikan komentar terhadap besaran UMP Kaltara 2022 yang ditetapkan naik sebesar Rp 15.934. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Nunukan, Mohammad Hamim Tohari, turut memberikan komentar terhadap besaran UMP Kaltara 2022 yang ditetapkan naik sebesar Rp 15.934.

Dengan adanya kenaikan itu, sehingga besaran UMP Kaltara pada tahun 2022 menjadi Rp 3.016.738.

Diketahui, saat ini besaran kenaikan UMP tersebut menjadi bahan rekomendasi untuk ditetapkan oleh Gubernur Kaltara.

Mohammad Hamim Tohari mengatakan, sebagai pengusaha kabar kenaikan UMP itu menjadi hal yang berat.

Baca juga: UMP Kaltara Naik Rp 15.934, Buruh Kecewa Minta Ini ke Gubernur Zainal Arifin Paliwang

Baca juga: UMP Kaltara 2022 Diajukan ke Gubernur Zainal Arifin Paliwang, Kenaikan Sebesar Rp 15.934

Baca juga: UMP Kaltara 2022, Disnakertrans Pastikan Naik

Lantaran dampak dari pandemi Covid-19 membuat tak sedikit perusahaan yang memilih merumahkan karyawannya.

Bahkan juga, sampai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal itu dilakukan perusahan agar bisa bertahan di kala pandemi.

Katanya, jelas ini jadi beban bagi pengusaha atau perusahaan. Karena mau tidak mau harus naikan upah buruh.

"Padahal kita tahu selama pandemi ini, beberapa perusahaan masih belum mampu menjalankan kewajibannya membayarkan upah minimum kepada pekerja," kata Mohammad Hamim Tohari kepada TribunKaltara.com, Jumat (19/11/2021), pukul 15.00 Wita.

Baca juga: UMP Kaltara 2021 Sebesar Rp 3.000.804, Pjs Gubernur: Kita Mengikuti SE Menaker pada Masa Pandemi

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Hamim itu, pihaknya akan mengikuti regulasi dari Kemenaker, untuk kenaikan secara nasional tidak lebih dari 1.09 persen.

"Rabu nanti UMK Nunukan akan kami rundingkan dalam rapat dewan pengupahan dengan pihak pemerintah dan pekerja," ucapnya.

Dia berharap, berapapun kenaikan UMK nantinya, situasi di Nunukan akan tetap kondusif.

"Kita tunggu saja sidang dewan pengupahan. Berapapun kenaikan UMK kami berharap tetap kondusif. Yang jelas UMK tidak boleh naik dari UMP," ungkapnya.

Penulis: Febrianus Felis

Caps: belum dapat foto

Sumber: Tribun kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved