Breaking News:

Berita Kaltim Terkini

UMP Kaltim 2022 Naik 1,1 Persen. Gubernur Isran Noor Sebut Sesuai dengan Peraturan Pemerintah

Setelah berbagai macam spekulasi terkait kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengumumkan secara resmi besaran U

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Gubernur Kaltim Isran Noor. Ia mengatakan UMP tahun 2022 mengalami kenaikan sebesar 1,11.persen. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Setelah berbagai macam spekulasi terkait kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengumumkan secara resmi besaran UMP 2022.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengatakan UMP tahun 2022 mengalami kenaikan sebesar 1,11.persen.

"Atau naik sebesar Rp 33.118.50," ucap Isran Noor dari siaran pers yang diterima TribunKaltim.co, Minggu (21/11/2021).

Hal tersebut sudah disesuaikan dengan aturan pemerintah dan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan.

Dari peraturan pemerintah itu diteruskan ke dalam Peraturan Gubernur Nomor 561/K.568/2021. Sehingga UMP tahun 2022 menjadi Rp 3.014.492.

Baca juga: Soal Kenaikan UMP, Wabub Kubar H. Edyanto Arkan: Ada Kenaikan Juga Tapi Kita Berlakukan Sama 

Baca juga: UMP Kaltim 2022 Naik Rp 50 Ribu, Pemprov Minta Perusahaan yang Keuangannya Baik Jangan Terlalu Pelit

Sebelumnya UMP Kaltim tahun 2021 senilai Rp 2.981.378. Kenaikan ini tidak menjadi kali pertama di tengah pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub, Jumat (19/11/2021) mengatakan, nilai tersebut merupakan hasil pembahasan Dewan Pengupahan Daerah.

Menurutnya penghitungan tersebut berdasarkan kebutuhan hidup, pertumbuhan ekonomi dan beberapa faktor lain yang sedang berlaku.

"Saya kira sudah ada acuannya dan pasti selalu alot dalam proses pembahasannya setiap tahun dan itu lumrah saja di Dewan Pengupahan," ucap Rusman Yaqub.

Ia memaklumi jika UMP Kaltim tahun depan tidak naik signifikan. Hal tersebut sebagai bentuk pemulihan perusahaan atau pengusaha yang turut berdampak terhadap pandemi Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved