Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Anggaran PEN Diprediksi tak Terserap Semua, Berikut 5 Program yang Sudah Tersalurkan

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara, mengungkapkan, untuk program kesehatan diprediksi akan terserap penuh

Editor: Budi Susilo
Kontan.co.id/Muradi
Ilustrasi uang rupiah. Pemerintah mengaku anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun ini tak dapat terserap seluruhnya. Dana yang tersisa diperkirakan mencapai Rp 37,24 triliun. 

Pemerintah mengaku anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun ini tak dapat terserap seluruhnya. Dana yang tersisa diperkirakan mencapai Rp 37,24 triliun.

Sebab, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyampaikan, anggaran PEN tahun ini hanya akan terserap 95 persen dari pagu sebesar Rp 744,77 triliun, atau setara dengan Rp 707,53 triliun.

Proyeksi tersebut sejalan dengan tren realisasi penyerapan anggaran PEN yang masih rendah. Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi program PEN sampai dengan 19 November 2021 sebesar Rp 495,77 triliun, atau 66,6 persen dari pagu.

Secara rinci, realisasi anggaran tersebut telah tersalurkan dalam lima program. Pertama, anggaran kesehatan sebesar Rp 135,53 triliun, atau 63 persen dari pagu Rp 214,96 triliun.

Baca juga: Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional pada Masa Pandemi Covid-19

Dana tersebut dialokasikan untuk penanganan kesehatan akibat virus corona seperti vaksinasi, insentif tenaga kesehatan, hingga biaya perawatan pasien Covid-19.

Kedua, program perlindungan sosial telah terealisasi Rp 140,5 triliun, atau sama dengan 75,5% terhadap pagu Rp 186,64 triliun.

Bentuk program perlindungan sosial yang diberikan kepada masyarakat antara lain bantuan sosial, bantuan langsung tunai, subsidi listrik dan kuota internet, bantuan subsidi upah, dan lain-lain.

Ketiga, program dukungan kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan korporasi sebesar Rp 81,83 triliun atau setara 50,4 persen dari pagu Rp 162,4 triliun untuk bantuan pelaku usaha mikro, subsidi bunga kredit.

Baca juga: Puluhan Ribu UMKM Tarakan Kalimantan Utara Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional

Keempat, program prioritas telah terealisasi sebesar Rp 75,44 triliun atau 64 persen dari pagu Rp 117,94 triliun guna menjalankan program padat karya di Kementerian/Lembaga (K/L), ketahanan pangan, pemberian pinjaman kepada pemerintah daerah, pemulihan sektor pariwisata, serta pemutakhiran sistem telekomunikasi dan informasi.

Kelima, insentif usaha dalam bentuk perpajakan sebesar Rp 62,47 triliun, sama dengan 99,4 persen dari pagu Rp 62.83 triliun.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved