Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Dugaan Pencemaran di Long Sam Bulungan, DLH Beber tak Perlu Tinjau Ulang Amdal Perusahaan

Pihak Dinas Lingkungan Hidup Bulungan, menyampaikan tidak perlu meninjau ulang analisis mengenai dampak lingkungan

Editor: Budi Susilo
HO/DLH Bulungan
Tim DLH Bulungan saat mengunjungi dam sumber air bersih warga Desa Long Sam, di kawasan Gunung Petai, Desa Long Sam, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Provinsi Kalimantan Utara.  

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pihak Dinas Lingkungan Hidup Bulungan, menyampaikan tidak perlu meninjau ulang analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) pihak perusahaan.

Terkait adanya dugaan pencemaran sumber air bersih di Desa Long Sam, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Mengingat pihak DLH Bulungan tidak menemukan adanya pencemaran di sumber air bersih Desa Long Sam.

Hal itu diketahui setelah tim dari DLH Bulungan turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap sumber air bersih Desa Long Sam di kawasan Gunung Petai.

Baca juga: Soal Pembentukan Pansus Pencemaran Sungai Malinau, Wagub Kaltara Sebut Harus Lihat Sisi Substansinya

Baca juga: DLH Bulungan Klaim tak Ada Pencemaran di Sumber Air Bersih Desa Long Sam

Baca juga: Sumber Air Bersih Desa Long Sam Tercemar akibat Pembukaan Sawit, DLH Bulungan Kirim Tim ke Lapangan

"Ini tidak ada hubungannya dengan Amdal," kata Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bulungan, Abdul Hafidh kepada TribunKaltara.com pada Senin (22/11/2021).

Diketahui, HGU milik PT Gawi yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit beririsan dengan sumber air bersih Desa Long Sam.

Sumber air itu sebelumnya dikabarkan sempat tercemar akibat pembukaan lahan baru kelapa sawit oleh pihak perusahaan.

Menurut Abdul Hafid, penerbitan HGU dari PT Gawi bukan berada di ranahnya, selain itu peninjaun Amdal dilakukan bila terbukti adanya pencemaran.

Baca juga: Sumber Air Bersih Tercemar dan Masuk HGU, Warga Long Sam Bulungan Minta Perusahaan Tanggung Jawab

"Tentu lebih dahulu ada mata air dibanding HGU, tapi untuk HGU itu bukan dari kami tapi BPN," katanya.

Pihaknya mengaku menyerahkan persoalan pemindahan sumber air bersih Desa Long Sam kepada pihak perusahaan.

Lantaran bila harus mengubah Amdal, memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

"Cukup sulit mengubah Amdal karena ini tidak mudah dan tidak murah," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved