Breaking News:

Berita Tana Tidung Terkini

Kasus DPD di Tana Tidung Turun, Warga Cemas Periksakan Diri karena Takut Dikira Covid-19

Memasuki musim pancaroba, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tana Tidung mengimbau masyarakat untuk waspadai demam berdarah dengue atau DBD.

Penulis: Risnawati | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalaian Penyakit (P2P) Dinkes Tana Tidung, Hanna Juniar. Ia meminta masyarakat untuk selalu menerapkan gerakan 3M (menguras, menutup, dan mengubur). TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA TIDUNG - Memasuki musim pancaroba, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tana Tidung mengimbau masyarakat untuk waspadai demam berdarah dengue atau DBD.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalaian Penyakit (P2P) Dinkes Tana Tidung, Hanna Juniar meminta masyarakat untuk selalu menerapkan gerakan 3M (menguras, menutup, dan mengubur).

Hal ini, sebagai upaya memberantas sarang nyamuk guna mencegah penyakit demam berdarah.

"Upaya kita sendiri, tetap seperti sebelum-sebelumnya ya. Melakukan penyuluhan penerapan 3M, Abate juga kita bagikan," ujarnya, Senin (22/11/2021)

Sementara itu dia menyampaikan, dalam satu tahun terakhir tren kasus DBD di Kabupaten Tana Tidung mengalami penurunan.

Baca juga: Dinkes Berau Ingatkan Waspada Ancaman DBD di Tengah Pandemi Covid-19

Baca juga: Imbas Pandemi Covid-19, Kasus DBD di Penajam Paser Utara Alami Penurunan, Hanya 7 Orang hingga Juni

Hal tersebut dikarenakan, masyarakat cemas memeriksakan diri.

Mengingat, gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan gejala Covid-19.

"Karena demam berdarah ini, ciri-cirinya juga demam, terus juga seperti gejala flu. Gejalannya DBD sama Covid-19 ini kan ndak terlalu jauh beda," katanya

"Kadang-kadang masyarakat takut periksa terutama membawa anaknya berobat," tuturnya.

Berdasarkan data Dinkes Tana Tidung bulan Mei 2021, terdapat 5 DD/suspek di dua Kecamatan di Kabupaten Tana Tidung.

Sebagai informasi, DD merupakan singkatan dari demam dengue

Baca juga: Kasus DBD di Penajam Paser Utara Meningkat, Dinkes PPU Imbau Terapkan 3 M Plus

Dilansir dari Kompas.com, ada perbedaan antara DD dan DBD. Pada DD, gejala hanya berupa demam dan syok tapi tidak disertai kebocoran plasma.

Sementara pada DBD, dapat disertai dengan kebocoran plasma, dan dapat berisiko yang menyebabkan kematian. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved