Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Kemenag Sosialisasi Kesehatan Calon Pengantin, Khusus Umat Kristen di Kutai Barat

Kesehatan reproduksi penting diketahui oleh setiap pasangan calon pengantin. Darimana mereka mendapatkan informasi ini, tentu Dinas Kesehatan yang

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas Pemkab Kubar
Kakankemenag Kubar Drs HM Syahrir MH membuka sosialisasi kesehatan calon pasangan pengantin umat Kristen di Aula Kantor Kemenag Kubar, Selasa (9/11/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Kesehatan reproduksi penting diketahui oleh setiap pasangan calon pengantin.

Darimana mereka mendapatkan informasi ini, tentu Dinas Kesehatan yang lebih berkompetensi untuk menyampaikannya.

Pentingnya masalah ini, maka Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Dr Sudirman mengundang seluruh pimpinan gereja di Kabupaten Kutai Barat mengikuti sosialisasi seputar masalah kesehatan reproduksi calon pengantin yang dilaksanakan di Aula Kantor Kemenag Kubar, Selasa (9/11/2021).

Baca juga: Kutai Barat Ditunjuk Kemendagri Jadi Rujukan SIPD

Mengawali kegiatan ini, Kepala Kantor Kemenag Kubar Drs H Muhammad Syahrir MH memberikan arahannya kepada pimpinan gereja yang mengikuti sosialisasi ini.

Harapannya setelah mendapatkan informasi, mereka bisa sharing kepada calon pasangan pengantin yang akan dinikahkannya untuk terlebih dulu mengenali permasalahan kesehatan dari pihak yang berkompeten, yaitu Dinas Kesehatan.

Urusan pernikahan, pemerintah telah mengubah regulasi terbaru batasan usia yang diperkenankan menjadi 19 tahun baik itu untuk pria maupun wanita.

Tujuannya jelas, agar secara piskologis mereka siap menanggung konsekuensi segi ekonomi, kesehatan ataupun yang lainnya untuk kehidupan bersama pada masa mendatang.

Baca juga: Buka Rakor Camat Se-Kubar, Bupati: Bekerja Harus Ikhlas Hati, Jangan Menganggap Pekerjaan Itu Sulit

Dijelaskan Dr Sudirman, pihak gereja tidak menginginkan adanya perceraian bagi pasangan yang telah dinikahkan.

Namun faktanya masih ditemui pasangan yang mengakhiri pernikahan mereka dengan berbagai alasan.

Melihat hal ini, sebaiknya pihak gereja lebih intensif lagi mengingatkan setiap pasangan calon pengantin untuk siap menanggung segala bentuk risiko pernikahan salah satunya masalah kesehatan.

Diakui Sudirman, untuk melakukan sosialisasi bimbingan perkawinan di lingkungan umat Kristen saat ini masih menemui kendala.

Sementara pada umat muslim sudah berjalan dengan baik melalui BP4 yang dilaksanakan di setiap kantor KUA.

"Kita berupaya kedepan lebih mudah lagi dalam melakukan bimbingan perkawinan kepada calon pengantin bisa saja antargereja bermusyawarah melalui organisasi Bamag yang ada," sebut Sudirman.

Baca juga: Pemkab Bahas Indikatif ANKT di Kubar, Percepat Pembentukan SK Pemetaan Wilayah

Selain itu, tambah Sudirman, segala kekurangan pernikahan harus segera dibenahi, disinkronisasi dengan data kependukan bagi pasangan yang sudah menikah juga segera diupayakan agar mereka tercatat resmi pada lembaga negara yang ujungnya dapat mempermudah status anak. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved