Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Disdagkop Tarakan Temukan Pengecer Jual LPG 3 Kg hingga Rp 100 Ribu, padahal HET Rp 16.500

Kegiatan inspeksi mendadak (sidak) harga liquified petroleum gas (LPG) 3 kg bersubsidi dilakukan Disdagkop dan UKM Kota Tarakan, Senin (22/11/2021) ke

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Kegiatan penertiban kepada penjual LPG 3 kg yang tidak resmi atau pengecer di area Pasar Beringin, Tarakan, Senin (22/11/2021) kemarin. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Kegiatan inspeksi mendadak (sidak) harga liquified petroleum gas (LPG) 3 kg bersubsidi dilakukan Disdagkop dan UKM Kota Tarakan, Senin (22/11/2021) kemarin.

Personel diterjunkan dalam kegiatan penertiban pedagang ilegal LPG 3 kg atau dikenal pengecer, terdiri dari pihak Disdagkop Tarakan, Satpol PP Kota Tarakan dan personel Polres Tarakan.

Dikatakan Harry Wijaya, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disdagkop dan UKM Kota Tarakan, kemarin ia membawa tim pemantauan dan pengawasan pendistribusian LPG 3 kg berdasarkan laporan warga ke pihaknya maupun ke pihak kelurahan.

“Laporannya banyak yang tidak tepat sasaran. Bahkan kalau dilihat dari harga jauh dari HET ditetapkan dari harga Rp 16.500 sampai di eceran ditemukan Rp 50 ribu, Rp 60 ribu sampai bahkan Rp 100 ribu per tabung,” beber Harry.

Ia menambahkan, kebanyakan penjual yang didapati adalah mereka pengecer yang tidak memiliki izin alias memang tidak dibenarkan menjual secara ecer LPG 3 kilogram.

Baca juga: Tabung Elpiji di Krayan Nunukan Langka, Solusinya Warga Beli Kayu Bakar Buat Masak

Baca juga: Disperindagkop Kaltara Sebut Krayan Akan Kedatangan 1.000 Tabung Elpiji Dari Malaysia

Pada kesempatan ini, lanjut dia, selain melakukan penertiban sekaligus membina serta melakukan sosialisasi kembali bahwa ada larangan menjual tabung gas 3 kg jika bukan pangkalan dan agen resmi.

Sanksinya sendiri sementara ini pihaknya hanya mendatangi, melakukan peneguran dan peringatan kepada sejumlah pengecer yang ditemukan menjual LPG 3 kg, bahkan di atas HET pula.

“Ke depan setelah kegiatan ini, kami akan jadwalkan yang memang langsung mengambil tindakan. Apabila didapati masih menjual ecer tidak resmi, kami akan sita. Saat ini belum diambil, kami hanya kasih pembinaan dulu,” ujarnya.

Adapun, katanya, penertiban yang dilakukan kemarin adalah hari kedua.

Pada Jumat kemarin sudah dilakukan sebelumnya ke wilayah Tarakan Barat dan Tarakan Utara.

“Kasusnya sama, pengecer menjual harga variatif dan di atas HET ditetapkan. Dan ini variatif, kemarin wilayah Tengah dan Timur, Pantai Amal, pesisir Beringin dan Selumit Pantai,” ujarnya.

Baca juga: Ketahanan Stok LPG 3 Kg Meningkat, Pertamina Tambah Titik Suplai di Kalimantan Timur

Hasilnya, lanjut Harry, banyak didapati pengecer menjual di atas HET. Pedagang yang didatangi lebih dari 20 warung.

“Kalau selama dua hari itu lebih 20-an. Sifatnya kami dua hari ini uji petik dan jadi catatan kita dalam hal penyaluran tabung ini, pengawasan dan pemantaaun sangat perlu,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved