Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Harga LPG 3 Kg di Tarakan Selangit, Pelaku UMKM Menjerit

Kenaikan harga tabung LPG 3 kg diakui sejumlah pelaku UMKM di Kota Tarakan. Salah satunya Arif, seorang pemilik warung Coto Makassar di Tarakan.

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
LPG 3 kg bersubsidi dikeluhkan warga karena harganya melampaui batas HET Rp 16.500. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Kenaikan harga tabung LPG 3 kg diakui sejumlah pelaku UMKM di Kota Tarakan.

Salah satunya Arif, seorang pemilik warung Coto Makassar di Tarakan.

Dia mengatakan, kelangkaan LPG ditambah harga ecer tertinggi (HET) yang tak sesuai adalah dua persoalan klasik yang tak pernah selesai.

Padahal, kata dia, di Tarakan sendiri sudah ada Stasiun Pengisi Bahan Bakar Elpiji (SPBE) yang berlokasi di Kelurahan Juwata Permai.

Dia mengemukakan, jika di tiga tahun lalu harga tertinggi ditemukan tembus di angka Rp 30 ribu sampai Rp 60 ribu sampai Rp 80 ribu. Ia sangat kesulitan mencari gas LPG tersebut.

Baca juga: Tabung Elpiji di Krayan Nunukan Langka, Solusinya Warga Beli Kayu Bakar Buat Masak

Baca juga: Disperindagkop Kaltara Sebut Krayan Akan Kedatangan 1.000 Tabung Elpiji Dari Malaysia

“Setengah mati kami cari, mahal pula. Itu harga tiga tahun lalu. Kalau sekarang, masih susah didapat juga, harganya yang sering didapat Rp 60 ribu di kios-kios,” ujarnya.

Sebagai pedagang makanan tiap hari berjualan coto agak direpotkan dengan kelangkaan dan tingginya harga LPG 3kg bersubsidi melampaui batas penetapan HET Rp 16.500.

Ia menambahkan, dengan kondisi ini tetap saja mencari sampai menemukan harga yang pas.

Di area Pasar Beringin juga sangat banyak kios menjual LPG 3 kg secara eceran.

Ia tidak mengetahui apakah itu pangkalan resmi atau tidak.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved