Berita Kaltara Terkini

Investor dari Australia Lirik PLTA Sungai Kayan, Tunggu Finalisasi Naskah Perjanjian Kerja Sama

Kaltara memiliki potensi energi baru terbarukan yang besar. Salah satu energi baru terbarukan di Kaltara berasal dari Sungai Kayan yang mengalir di w

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI
Foto Udara Sungai Kayan yang mengalir melintasi Kota Tanjung Selor. TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kaltara memiliki potensi energi baru terbarukan yang besar.

Salah satu energi baru terbarukan di Kaltara berasal dari Sungai Kayan yang mengalir di wilayah Kabupaten Bulungan.

Bahkan Presiden RI Joko Widodo sempat menyinggung potensi energi listrik yang dapat dihasilkan dari PLTA di Sungai Kayan.

Menurutnya, PLTA Sungai Kayan dapat menghasilkan energi listrik hingga 13.000 MW.

Beberapa investor pun mulai melirik potensi energi hijau di Kaltara, seperti halnya investor asal Australia melalui Fortescue Futures Industries (FFI).

Baca juga: Kembali Digelar, Festival Sungai Kayan akan Libatkan Kabupaten dan Kota di Kaltara

Baca juga: Dua Investor Lirik Proyek PLTA Sungai Kayan, Bupati Bulungan Berikan Respons

Investor asal negeri kanguru ini dikabarkan berminat membangun PLTA di Sungai Kayan serta industri hilirisasi di Kawasan industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi.

Pihak Pemprov Kaltara pun terbuka akan minat investasi di sektor energi baru terbarukan dan energi hijau.

Menurut Gubernur Kaltara Zainal Paliwang, saat ini pihak FFI dan Pemprov Kaltara masih terus membahas rencana investasi, salah satu pembahasan yang tengah berlangsung terkait Perjanjian Kerja Sama (PKS). 

"Untuk FFI dan beberapa perusahaan, itu mereka masih berproses semua," kata Zainal Paliwang.

Sementara itu Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setprov Kaltara, Taufik Hidayat mengungkapkan progres PKS dengan FFI dalam tahap penyelesaian.

"Saat ini baru tahap penyelesaian PKS, jadi hanya menunggu koreksi akhir setelah itu bisa ditandatangani," kata Taufik Hidayat, Selasa (23/11/2021).

Baca juga: Festival Sungai Kayan Resmi Ditutup, Wagub Kaltara Yansen Tipa Padan Apresiasi Geliat Ekonomi

Di dalam Perjanjian Kerja Sama tersebut, Taufik Hidayat mengungkapkan, ada aturan mengenai pelibatan pekerja lokal dalam realisasi investasi.

Namun, Ia belum dapat merinci besaran jumlah pekerja lokal yang harus dipenuhi oleh pihak investor.

"Iya pekerja lokal itu sudah menjadi permintaan kita," terangnya.

Pihaknya optimistis naskah Perjanjian Kerja Sama dapat segera dirampungkan, mengingat sebelumnya nota kesepahaman (MoU) sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak.

"Ini masih dalam proses akhir, mudah-mudahan tidak terlalu lama," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved