Breaking News:

Berita Malinau Terkini

UMK 2022 di Malinau, Serikat Pekerja Minta Upah Disesuaikan Biaya Hidup, Diprediksi Angkanya Naik

Besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Malinau dijadwalkan akan dibahas pada Kamis (25/11/2021). UMK 2021 Malinau sebelumnya ditetapkan senilai Rp 3.18

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI
Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malinau, Iwan Darma Yuana. Ia menegaskan UMK tahun 2022 diprediksi akan mengalami kenaikan. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Malinau dijadwalkan akan dibahas pada Kamis (25/11/2021).

UMK 2021 Malinau sebelumnya ditetapkan senilai Rp 3.185.837. Tidak berubah dari nilai UMK tahun 2020 dikarenakan Pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malinau, Iwan Darma Yuana menegaskan UMK tahun 2022 diprediksi akan mengalami kenaikan.

Kamis mendatang, Dewan Pengupahan kabupaten akan menggelar rapat untuk menyepakati besaran UMK 2022.

"UMK 2022 kemungkinan akan naik, tapi belum bisa dipastikan sebelum rapat penetapan. Nanti rapat tersebut akan menyepakati berapa nilainya berdasarkan formula PP Pengupahan," ujarnya kepada TribunKaltara.com.

Baca juga: UMK 2022 di Malinau, BPS Beber Dua Indikatornya

Baca juga: UMK 2022 di Nunukan Segera Ditetapkan, Buruh Sawit di Perbatasan Minta Kenaikan Upah

Menurutnya, penentuan nominal upah minimum berdasarkan PP 36/2021 dipengaruhi data statistik keadaan ekonomi dan ketenagakerjaan.

"Penyesuaian nilai upah nanti ada rentang batas tertentu, antara batas atas dan batas bawah. Jadi formula ini untuk menentukan nominal terbaik untuk pekerja dan pengusaha," katanya.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Perkebunan dan Kehutanan Malinau, Samuji Sitorus berharap UMK 2022 mengalami kenaikan.

Sebab, 2 tahun terakhir tidak ada kenaikan UMK. Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan keadaan ekonomi dan faktor biaya hidup di daerah.

"Harapan kami, tahun ini harusnya ada kenaikan, karena tahun kemarin tidak naik. Mudah-mudahan rapat bersama dewan pengupahan nanti memperhatikan indikator kondisi ekonomi pekerja," katanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved