Breaking News:

Berita DPRD Samarinda

Untuk Dongkrak UMKM di Samarinda, Wakil Ketua DPRD Ungkapkan Perlu Dukungan Anggaran

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Samarinda tentunya perlu sokongan anggaran oleh pemerintah dalam realisasinya.

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF
Wakil Ketua III DPRD Samarinda, Subandi. Ia mengatakan peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga penting dalam melakukan pembinaan dan pemberdayaan UMKM dengan program-program yang dilakukan, dan menurutnya itu perlu dukungan anggaran agar dapat terlaksana. TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Samarinda tentunya perlu sokongan anggaran oleh pemerintah dalam realisasinya.

Wakil Ketua III DPRD Samarinda, Subandi mengatakan peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga penting dalam melakukan pembinaan dan pemberdayaan UMKM dengan program-program yang dilakukan, dan menurutnya itu perlu dukungan anggaran agar dapat terlaksana.

Namun politisi PKS tersebut menambahkan, selama ini ia belum mendapatkan informasi tentang program pengembangan UMKM yang berasal dari OPD terutama yang masuk dalam rancangan APBD tahun 2022.

"Kalau saya memahaminya memang keterbatasan anggaran, tetapi harus dialokasikan, kalau dana infrastruktur kita angkanya besar, jangan salah pembangunan di bidang lain juga penting, seperti pendidikan dan kesehatan juga UMKM," tuturnya, Selasa (23/11/2021).

Pemerintah Kota Samarinda sendiri mencanangkan pembentukan dan pemberdayaan UMKM di kalangan masyarakat melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (Pro Bebaya).

Baca juga: 9 Produk UMKM Penajam Paser Utara Masuk Retail Modern, Optimis Bersaing di Kancah Nasional

Baca juga: Syarat BLT UMKM 2021 Cair November, Cek Eform BRI Buat Lihat Daftar Penerima BPUM di eform.bri.co.id

Dia mengatakan, melalui program dengan alokasi dana Rp 100 juta sampai dengan Rp 300 juta setiap RT per tahunnya itu dapat mendorong terbentuknya 10.000 UMKM baru di kota Samarinda.

Program unggulan dari Walikota Samarinda, Andi Harun itu akan digulirkan secara menyeluruh pada tahun 2022 mendatang.

"Dari buku yang saya baca, apabila di suatu wilayah ada sedikitnya 2 persen pelaku UMKM yang aktif, itu akan berbanding lurus dengan kesejahteraan di wilayah tersebut akan meningkat, jadi perlu didorong," ungkap Subandi.

Menurut Subandi, jumlah pelaku UMKM di Kota Samarinda saat ini sudah lebih dari 3 persen, namun saat ini pelaku UMKM yang aktif belum mencapai 2 persen.

Maka Wakil Ketua III DPRD Samarinda itu menuturkan perlunya dukungan dari berbagai pihak terutama pemerintah, yang tak hanya menyokong dari segi modal dan biaya, namun juga perlu ada pembinaan terhadap UMKM yang telah terbentuk melalui OPD-OPD terkait.

"UMKM ini kan kaitannya kesejahteraan dan langsung menyentuh, jadi harus didorong," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved