Breaking News:

Berita Paser Terkini

70 Peserta Ikuti Pelatihan Diversifikasi Olahan Ikan Air Tawar, Disporapar Paser Ingin UMKM Bangkit

Kegiatan di ikuti 70 peserta pelaku UMKM Paser dari 7 kecamatan, pada 23 November 2021 kemarin yang dipusatkan di Kantor Dinas Pemuda Olahraga Paser

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Hasil olahan ikan lele para peserta pada pelatihan diversifikasi olahan ikan air tawar yang diselenggarakan oleh Teras Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Paser bekerjasama dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser.TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO,TANA PASER- Teras Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Paser bekerjasama dengan Disporapar Paser, telah melakukan pelatihan diversifikasi olahan ikan air tawar untuk para pelaku UMKM di Paser, Rabu (24/11/2021).

Kegiatan di ikuti 70 peserta pelaku UMKM Paser dari 7 kecamatan, pada 23 November 2021 kemarin yang dipusatkan di Kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser.

Teras UMKM Paser menghadirkan narasumber dari Boyolali, Privinsi Jawa Timur, Eka Supriyatin yang pernah menerima penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara dari Presiden Republik Indonesia 2016 lalu.

Kabid Bina Usaha dan Produk Wisata Disporapar Paser Saharuddin mengatakan, pelatihan diverifikasi olahan ikan air tawar ini merupakan salah satu sub sektor ekonomi kreatif di bidang kuliner.

"Kita harapkan, dengan tidak adanya penambahan kasus Covid-19 di Paser, para pelaku UMKM dapat kembali aktif dnegan menghasilkan berbagai varian produk untuk dijual di pasaran," terangnya.

Baca juga: Update Covid-19 di Kaltim, Kini Kabupaten Paser Masuk Zona Hijau, Berikut Penjelasannya

Baca juga: Belum Ada TPS, Pengelola Sampah Desa Kendarom, Kecamatan Kuaro Kabupaten Paser Mengaku Kewalahan

Baca juga: 12 Usulan Raperda Kabupaten Paser Alami Perubahan, Bupati Bakal Lakukan Koordinasi Susulan

Tujuan dari pelatihan yang telah dilakukan, tambah Sharuddin, merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi pelaku usaha yang selama ini kurang aktif akibat adanya Pandemi Covid-19.

Kemudian mendorong para pelaku usaha kreatif kembali berusaha dan bangkit kembali dari keterpurukan.

"Kedepannya pelaku UMKM akan terus diberikan pendampingan, agar produk yang dihasilkan dapat menembus hingga regional Kalimantan," ujarnya.

Para peserta merupakan pelaku usaha di berbagai sektor, diantaranya kue kering, produk olahan rumah, home industri seperti kerupuk, dan juga kue basah.

"Dengan pelatihan yang telah dilakukan, bisa menambah daftar olahan pangan yang akan di jual di pasarqn pasca Pandemi Covid-19," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved