Breaking News:

Ibu Kota Negara

Bangun Ibu Kota Negara di Penajam Kaltim, Perlu Pertimbangan Ekonomis, Sosiologi dan Ekologis

Perpindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur harus dimatangkan secara maksimal.

Editor: Budi Susilo
HO/PUPR
Ilustrasi gambaran konsep Ibu Kota Negara RI di Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Perpindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur harus dimatangkan secara maksimal. Hal ini masukan dari Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Senin (22/11/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Perpindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur harus dimatangkan secara maksimal. Hal ini masukan dari Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

Elemen penting keberadaan Ibu Kota Negara memberi dampak yang signifikan bagi masyarakat Indonesia, termasuk untuk daerah di lokasi dan dekat kawasan Ibu Kota Negara.  

Tentu saja harapan terbesar, adanya pemindahan Ibu Kota Negara memberi solusi yang terbaik, bukan sebaliknya menjadi petaka yang bisa membuat kemenduran sebuah bangsa. 

Komite I DPD RI bahas wacana pemindahan Ibu Kota Negara pada Rapat Dengar Pendapat bersama dengan Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN dan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR di Ruang Rapat Sriwijaya, Gedung DPD RI, Senayan, Senin (22/11/2021).

Baca juga: Sambut Ibu Kota Negara, Musik Patriot di Balikpapan Gelorakan Semangat Jiwa

Baca juga: Dirjen Kemendikbudristek Tinjau Lokasi Calon Ibu Kota Negara di Kaltim, Bidik Pendidikan

Baca juga: Tahun 2022 Bangun Ibu Kota Negara di Kaltim, Proyeksi Ekonomi Balikpapan Tumbuh 7 Persen

Dalam sambutannya, Fachrul Razi Ketua Komite I DPD RI menyampaikan bahwa pembangunan dan pengelolaan Ibu Kota Negara yang sedianya bertujuan untuk mewujudkan kota yang ideal yang dapat menjadi acuan (role model) bagi pembangunan dan pengelolaan kota di Indonesia dan dunia ini memerlukan pertimbangan secara ekonomis, sosiologis dan ekologis.

Tidak hanya itu, pertimbangan aspek teknis kesiapan lahan dan kesiapan konstruksi tidak kalah pentingnya. Pada aspek ini diperlukan pembiayaan yang sangat besar dan waktu yang cukup lama.

Secara teknis pembangunan Ibu Kota Negara memerlukan penataan ruang dan kewilayahan yang matang.

Pemerintah perlu meninjau kembali rencana pemindahan Ibu Kota Negara ini, untuk mewujudkan itu semua bukanlah pekerjaan yang mudah dan sederhana.

"Pasti ada tantangan yang dihadapi dan memerlukan sumber daya yang luar biasa besar terutama dari segi pembiayaan” ungkap Facrul.

Baca juga: Berkat 100 Bank Sampah Sampai RT, Daerah Calon Ibu Kota Negara Sabet Penghargaan Top

Pada kesempatan itu Dirjen Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN menyampaikan bahwa saat ini Kementerian ATR/BPN masih selalu menyiapkan berbagai perencanaan strategis Ibu Kota Negara yang dibutuhkan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved