Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Pemkab Nunukan Minta Warga Kecamatan Krayan Bersabar, 1.000 Tabung Elpiji dari Malaysia Bakal Tiba

Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Nunukan meminta warga di Krayan untuk sabar menunggu kedatangan 1.000 tabung Elpiji dari Malaysia.

HO/Muktar
Proses pengantaran logistik ke tapal batas Malaysia-Indonesia, belum lama ini. (HO/Muktar) 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Nunukan meminta warga di Krayan untuk sabar menunggu kedatangan 1.000 tabung Elpiji dari Malaysia.

Hal itu disampaikan Kabag Ekonomi Setkab Nunukan, Muktar. Dia mengaku 1.000 tabung Elpiji berukuran 14 Kg dari Serawak, Malaysia akan tiba pada tanggal 30 November.

Tak hanya itu, logistik lainnya dalam hal ini barang pokok seperti sembako, bahan material bangunan, dan BBM industri juga akan tiba bersamaan.

"Kemarin saya sudah menghubungi pihak Koperasi Produsen Mitra Utama Kaltara. Jadi tanggal 30 November 1.000 tabung Elpiji akan tiba di lokasi perbatasan Bakelalan, Long Midang, Krayan," kata Muktar kepada TribunKaltara.com, Rabu (24/11/2021), pukul 10.30 Wita.

Saat ini kata Muktar, 1.000 tabung Elpiji bersama logistik lainnya sedang proses pengangkutan ke tapal batas. Sehingga, Muktar meminta kepada masyarakat di Kecamatan Krayan untuk sabar menunggu.

Baca juga: Pertamina Pastikan Pasokan Elpiji di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan Kaltara, Kembali Normal

Baca juga: Bantah Disperindagkop Kaltara, Pemkab Nunukan Ungkap Kelangkaan Tabung Elpiji di Krayan

Baca juga: Tabung Elpiji di Krayan Nunukan Langka, Solusinya Warga Beli Kayu Bakar Buat Masak

"Mereka (pihak Serawak) sedang proses pengangkutan ke tapal batas termasuk logistik lainnya. Jadi kami harap masyarakat di Krayan tidah usah resah. Sabar menunggu sampai tanggal 30 November nanti," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Camat Krayan beberkan sudah dua bulan ini tabung Elpiji di Krayan mengalami kelangkaan.

Kelangkaan itu disebabkan, subsidi ongkos angkut (SOA) yang bersumber dari CSR Pertamina di Tarakan sudah habis.

Sehingga untuk kebutuhan masak setiap harinya, warga terpaksa membeli kayu bakar dengan harga Rp700 per kubik. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved