Breaking News:

Virus Corona di Kaltara

Satgas Covid-19 Kalimantan Utara Ungkap Cakupan Vaksinasi Lansia Masih Rendah, Berikut Alasannya

per 22 November lalu, untuk sasaran Lansia tercatat baru menyentuh angka 50,4 persen untuk vaksinasi dosis pertama dan 30,9 persen untuk dosis kedua

TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAMI FAWDI
Jubir Satgas Covid-19 Kaltara Agust Suwandy (TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAMI FAWDI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Cakupan vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di Kaltara terbilang masih rendah.

Berdasarkan data update vaksinasi Kaltara per 22 November lalu, untuk sasaran Lansia tercatat baru menyentuh angka 50,4 persen untuk vaksinasi dosis pertama dan 30,9 persen untuk dosis kedua.

Menurut Jubir Satgas Covid-19 Kaltara Agust Suwandy, angka tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan nasional yakni 60 persen.

Karenanya Agust menilai cukup sulit bagi Kaltara dan lima kabupaten kota di bawahnya untuk bisa turun level PPKM ke Level 1.

"Memang kalau mau turun ke Level 1 cakupan Lansia minimal harus di atas 60 persen, itu target nasional, dan memang masih agak berat untuk mencapai itu," kata Agust Suwandy, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Cakupan Vaksinasi Covid-19 pada Lansia Tidak Semasif Kelompok Lain

Baca juga: Target Rampungkan Vaksinasi COVID-19 untuk Lansia, Pemerintah Melakukan Upaya Jemput Bola

Baca juga: Satgas Covid-19 Kutim Berhasil Capai Target Vaksinasi 50 Persen, Sasaran Lansia Masih Jadi Kendala

Pria yang juga menjabat sebagai Kabid P2P Dinkes Kaltara ini mengungkapkan, banyak faktor mengapa Lansia belum dapat divaksin.

Mulai dari penyakit penyerta atau komorbid hingga keraguan dan ketakutan untuk divaksin. "Kendalanya banyak, beberapa lansia harus ditunda vaksinasinya karena komorbid dan tensi," katanya.

"Kalau penolakan juga masih ada, keraguan di beberapa daerah masih ada yang ragu, dan takut," tambahnya.

Kendati masih ada keraguan dan ketakutan, Agust meyakinkan bahwa vaksin untuk Lansia aman, dan laporan kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI bagi Lansia terbilang ringan.

"Untuk laporan KIPI Lansia, kita tidak pernah dapat laporan KIPI berat, kalau ringan ada, tetapi bisa dirawat tidak sampai berat," katanya.

Baca juga: Sasar Lansia Lewat Door to Door, Binda Kaltim Genjot Vaksinasi di Balikpapan

"Dan semua jenis vaksin yang ada di Kaltara, saat ini tidak ada laporan KIPI berat, jadi kita bisa bilang aman vaksin yang kita lakukan selama ini," tuturnya.

Sebagai informasi, dari lima kabupaten kota di Kaltara, Tarakan menjadi daerah dengan cakupan vaksinasi Lansia terbanyak yakni sebesar 57,7 persen,

Disusul Bulungan dengan 56,5 persen, Malinau 43,7 persen, lalu Nunukan 40,2 persen dan Tana Tidung menjadi daerah dengan angka cakupan vaksinasi Lansia terendah dengan 34 persen. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved