Breaking News:

Berita Kaltim Terkini

Anggaran Belanja Kaltim Tahun 2022 Diprediksi Capai Rp 11,5 T, Berikut Ini Rincian Pengeluarannya

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyampaikan Nota Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran (KUA PPAS) tahun 2022 di Gedung

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Sekprov Kaltim Muhammad Sabani. Ia mengatakan ada selisih pendapatan dan belanja tahun depan. Selisih tersebut nantinya menggunakan Silpa tahun 2021. TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyampaikan Nota Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran (KUA PPAS) tahun 2022 di Gedung D DPRD Kaltim, Kamis (25/11/2021).

Dalam penyampaian tersebut, anggaran belanja tahun 2022 mencapai Rp 11,5 triliun.

Jumlah anggaran belanja itu digunakan untuk belanja operasi sebesar Rp 5,82 triliun.

Belanja operasi itu dibagi menjadi belanja pegawai dialokasikan sebesar Rp 2,74 triliun, belanja barang dan jasa sebesar Rp 2,64 triliun, belanja hibah Rp 423,45 miliar dan belanja bantuan sosial sebesar Rp 5,91 miliar.

Kemudian belanja modal sebesar Rp 1,62 triliun. Dari anggaran belanja modal dibagi menjadi lima poin. Poin pertama yaitu belanja tanah sebesar Rp 52,70 miliar.

Baca juga: Rancangan KUA-PPAS RAPBD Kaltim Tahun Anggaran 2022 Rp 11,5 Triliun

Baca juga: Rancangan APBD Kaltim Tahun 2022 Masih Dibahas, Diprediksi Anggaran Belanja Senilai Rp 11,2 Triliun

Kemudian belanja peralatan dan mesin sebesar Rp 338,99 miliar. Sementara itu belanja modal gedung dan bangunan mencapai Rp 582,96 miliar, jalan jaringan dan irigasi mencapai Rp 631,04 miliar. Dan belanja modal aset sebesar Rp 14,58 miliar.

Kemudian belanja tidak terduga pada tahun 2022 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2021 belanja tak terduga sebesar Rp 251,93, sedangkan pada tahun 2022 sebesar Rp 272 miliar.

Alokasi belanja tak terduga ini untuk mengantisipasi penanganan Covid-19 yang tiba-tiba mendadak ataupun belanja yang sifatnya tidak biasa seperti bencana alam dan sebagainya.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan belanja transfer sebesar Rp 3,78 triliun. Nilai tersebut turun jika dibandingkan tahun 2021.

Penurunan belanja transfer di tahun 2022 mencapai Rp 155,74 miliar

Sementara itu penghitungan sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2021 mencapai Rp 876,59 miliar.

Sekprov Kaltim Muhammad Sabani mengatakan ada selisih pendapatan dan belanja tahun depan. Selisih tersebut nantinya menggunakan Silpa tahun 2021.

Baca juga: Realisasi RKPD 2022 Mendatang, Walikota Samarinda Ingin Bantuan APBD Kaltim, Ini Rancangan Awalnya

Sehingga pemerintah provinsi tidak perlu melakukan peminjaman ke pihak manapun untuk menutupi kelebihan biaya belanja tahun depan.

"Itu diperhitungkan dari perkiraan efisiensi pembelanjaan kemudian over target disebut Silpa. Tidak melakukan pinjaman kita gunakan Silpa untuk tutupi defisit," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved