Senin, 25 Mei 2026

Buah Sawo

CARA Menanam dan Menyimpan Buah Sawo yang Kaya Manfaat

Berasal dari Meksiko selatan, Amerika Tengah, dan Karibia, Manilkara zapota, atau sawo, adalah buah tropis yang tumbuh dari jenis pohon cemara besar.

Tayang:
timesofindia.indiatimes.com
Cara menanam dan menyimpan buah sawo agar awet 

TRIBUNKALTIM.CO - Berasal dari Meksiko selatan, Amerika Tengah, dan Karibia, Manilkara zapota, atau sawo, adalah buah tropis yang relatif umum yang tumbuh dari jenis pohon cemara yang besar dan berbunga.

Dibawa ke Asia Tenggara oleh penjelajah berabad-abad yang lalu, buah sawo ini sama populernya di Asia sampai Amerika Latin.

Pada akhirnya buah sawo itu sampai ke Indonesia.

Bagian dari keluarga Sapotaceae dan biasa disebut sawo di Indonesia.

Buah sawo adalah kerabat dari mamey sapote.

Baca juga: Populer di Asia Tenggara, Simak Manfaat Buah Sawo Manila Baik untuk Kesehatan Tubuh

Buah sawo dikenal dengan banyak nama di seluruh dunia termasuk buah chiku, chico, chiku atau chikoo, dilly, lamud, lomut, naseberry, nispero, sapota atau sapoti, zapote, dan zapotillo.

Meskipun dapat dikeringkan untuk camilan atau digunakan dalam selai, sirup, muffin, pai, serbat, atau makanan penutup lainnya, sawo sangat cocok untuk dicampur dengan jus, sirup, smoothie, dan salad buah.

Buah sawo paling sering dimakan segar, pada suhu ruang, atau didinginkan sebentar (yang diyakini beberapa orang meningkatkan rasa).

Pohon sawo juga ditanam untuk tujuan hiasan dan lansekap.

Kulit pohon sawo menghasilkan getah yang disebut chicle, yakni yang digunakan selama bertahun-tahun sebagai bahan utama permen karet.

Baca juga: CUKUP Makan Buah Sawo untuk Melawan Kanker

Jenis & Varietas

Kulit luar sawo berwarna coklat, kusam, bertekstur, dan bersisik.

Sedangkan bagian dalam buah sawo lembut, berair, dan sangat manis.

Warna daging buah sawo bervariasi dari kuning hingga kecoklatan, tergantung varietasnya.

Baca juga: 10 Khasiat Luar Biasa Buah Sawo, Obati Gangguan Lambung hingga Sembuhkan Pilek dan Batuk

Buah sawo kecil, berbentuk bulat atau lonjong, dan panjangnya sekitar 2 hingga 4 inci.

Biji buah sawo berbentuk elips berwarna gelap umumnya berada di dalam buah.

Tetapi biji sawo tidak boleh dimakan karena memiliki bentuk 'kait' yang tidak biasa yang dapat menempel di tenggorokan.

Buah sawo ini juga tumbuh di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia termasuk Australia, Bangladesh, Indonesia, Selandia Baru, Malaysia, Pakistan, Palestina, Filipina, Afrika Selatan, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, dan Hindia Barat.

Baca juga: JAGA Kesehatan Jantung dengan Konsumsi Buah Sawo

PENANAMAN

Sawo membutuhkan iklim yang hangat dan lembab untuk pertumbuhan yang optimal.

Sementara pohon sawo dewasa, yang dapat tumbuh hingga ketinggian lebih dari 50 kaki, kuat dan dapat menahan suhu beku untuk waktu yang singkat, pohon muda kemungkinan akan mengalami kerusakan.

Pohon sawo mentolerir sebagian besar jenis tanah selama mereka dikeringkan dengan baik dan memiliki banyak sinar matahari.

Baca juga: TERNYATA Buah Sawo bisa Mencegah Kanker hingga Peradagangan, Berikut Ulasannya

Pohon sawo juga dapat menahan angin dan air asin, menjadikannya pilihan yang baik untuk daerah pesisir.

Penyiraman secara teratur diperlukan untuk pohon sawo yang lebih muda.

Meskipun pohon sawo dewasa dapat mentolerir kondisi yang lebih kering dan tidak memerlukan penyiraman kecuali pada periode kekeringan.

Pohon sawo ditanam dari biji, tetapi sering dicangkokkan atau diperbanyak melalui teknik layering, yang menghasilkan spesimen yang lebih pendek dengan kanopi cabang yang kokoh dan bulat.

Baca juga: Gak Nyangka, Ternyata Khasiat Buah Sawo Sangat Besar untuk Kesehatan, Berikut Ulasannya

Daun pohon sawo banyak, bergerombol, dan hijau mengkilat.

Pertumbuhannya lambat dan pohon sawo bisa memakan waktu 3 sampai 10 tahun untuk berbuah.

Bunga pohon sawo berwarna putih pucat atau krem, berbentuk lonceng, dan dapat mekar sepanjang tahun.

Untuk bunga dari pohon sawo yang benar-benar berkembang menjadi buah, dibutuhkan waktu 4 hingga 6 bulan untuk mencapai kematangan.

Begitu pohon sawo berada dalam masa suburnya, masing-masing dapat menghasilkan ratusan buah per siklus pertumbuhan.

Baca juga: Ingin Punya Kulit Lembab dan Terlindung Sari Sinar UV? Konsumsi Buah Sawo Bisa Jadi Solusi

Sangatlah penting untuk memanen buah sawo ketika sudah matang sepenuhnya, meskipun bisa jadi sulit untuk ditentukan.

Kulit buah sawo harus agak lembut, bebas kerutan, dan cokelat, tidak hijau, dan tidak akan bocor getah jika tergores.

Petani sering memanen sawo setelah beberapa buah matang jatuh dari pohon.

Sawo matang dalam waktu 4 sampai 10 hari setelah dipetik jika dipanen pada saat matang penuh.

Baca juga: 10 Manfaat Luar Biasa Buah Sawo, dari Meningkatkan Energi hingga Kecantikan

Buah sawo yang belum matang akan terlalu asam atau pahit dan bercampur dengan getah, yang melapisi kulit kasar, dan berkurang selama proses pematangan.

Buah sawo yang matang memiliki daging yang berair.

Teksturnya daging buah sawo mirip dengan buah pir atau kiwi.

Buah sawo memiliki rasa yang berbeda-beda seperti mentega, manis, seperti karamel, atau seperti root beer.

Sawo kaya akan zat besi, antioksidan, serat, vitamin A dan C, dan dikenal karena sifat anti-inflamasinya.

Baca juga: Sederet Khasiat Buah Sawo, Cegah Kanker hingga HIV, Simak Tips Menyimpan dan Mengonsumsi Sawo

Hama & Penyakit

Sayangnya, pohon sawo terganggu oleh beberapa hama yang benar-benar mengkhawatirkan.

Mereka yang menimbulkan ancaman termasuk kumbang, pengorok daun, dan kutu putih.

Ulat sangat umum di India dan Indonesia, di mana mereka memakan dedaunan pohon.

Ngengat, berbagai jenis serangga, dan penggerek batang juga dapat berdampak pada pohon atau buah sawo.

Baca juga: Selain Baik untuk Kesehatan Usus, Buah Sawo Bisa Membuat Kulit Glowing

Buah sawo yang matang juga akan menarik banyak jenis lalat buah.

Beberapa penyakit yang perlu diperhatikan antara lain antraknosa, karat daun, bercak daun, buah busuk, busuk kering, dan keropeng.

Serangga dapat menyebabkan jamur jelaga hitam pada pohon sawo.

Sawo juga rentan terhadap penyakit pascapanen seperti busuk asam, busuk cladosporum, dan busuk jamur biru.

Baca juga: Tips dan Manfaat Konsumsi Buah Sawo, Pakar Sarankan Makan Sawo Secara Langsung

Penyimpanan & Pengemasan

Buah sawo matang akan bertahan 4 sampai 14 hari tergantung varietas dan kondisi.

Jika buah sawo  disimpan pada suhu ruang, buah dapat bertahan beberapa hari, jika didinginkan, hingga 2 minggu meskipun kualitasnya dapat menurun.

Penyimpanan buah sawo yang lebih lama dapat dicapai dengan suhu antara 35 hingga 39°F dengan kelembaban relatif 85 hingga 90%.

Buah sawo yang matang sepenuhnya dapat dibekukan untuk digunakan nanti.

Buah sawo kaya manfaat
Buah sawo kaya manfaat (producebluebook.com)

(Tribunkaltim.co/Saviera Maharani Doniyar)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved