Breaking News:

Berita Bontang Terkini

Dewan Bersama Pemkot Bontang Resmi Tetapkan Proyeksi APBD 2022 Sebesar Rp 1,2 Triliun

Badan Anggaran DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) resmi menetapkan proyeksi APBD Bontang 2022 sebesar Rp 1.265.668.568.92.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Rapat Paripurna DPRD Bontang Dalam Rangka Pengambilan Keputusan Terhadap Raperda Kota Bontang Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2022, 24 November 2021. TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Badan Anggaran DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) resmi menetapkan proyeksi APBD Bontang 2022 sebesar Rp 1.265.668.568.92.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Junaidi saat membacakan laporan pengambilan keputusan terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD tahun 2022 dalam sidang paripurna, Rabu (24/11/2021) kemarin.

Dipaparkan Junaidi, Rp 1,2 triliun tersebut bersumber dari 3 pintu.

Pertama, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 205.041.546.921 yang dirincikan dalam bentuk Pajak Daerah Rp 108.446.368.921, Retribusi Daerah Rp 4.323.962.000 dan lain-lain PAD yang sah Rp 92.271.252.000

Kedua, tambahan anggaran tersebut berasal dari Dana Perimbangan Pemerintah Pusat ke Daerah sebanyak Rp 747.478.316.000 dan Pendapatan Transfer Antar Daerah Rp 150.648.706.000.

Baca juga: Menurun dari Tahun Lalu, Silpa APBD Bontang 2021 Hanya Rp 160 Miliar

Baca juga: Anggaran Banjir 10 Persen dari APBD Bontang Kalimantan Timur tak Terserap Maksimal, DPRD Menanggapi

Baca juga: RAPBD Bontang 2015 Diproyeksikan Defisit Rp 214,82 miliar

Ketiga, berasal dari pendapatan lain-lain yang sah bersumber dari Pendapatan Hibah Rp 2.500.000.000,00.

Junaidi menjelaskan  terdapat perubahan nilai alokasi dari Transfer Pemerintah Pusat yang sebelumnya, Rp 898.127.022.000 mengalami penurunan menjadi Rp 747.478.316.000 atau berkurang Rp 149.358.720.445

“Sehingga perlu dilakukan penyesuaian dengan rasionalisasi belanja daerah,” ungkapnya.

Rasionalisasi itu dilakukan dalam 2 tahapan, yang pertama rasionalisasi sebesar Rp 89.359.720.445 untuk menyesuaikan dengan pengurangan pendapatan daerah pada pendapatan transfer Rp 149.358.720.445

Kemudian, menyisihkan Rp 40.000.000.000 untuk kepentingan fungsi pendidikan sebesar 20,05 persen sesuai dengan mandotory spending minimal 20 persen dengan mengalihkan anggaran di beberapa perangkat daerah. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved