Breaking News:

Ibu Kota Negara

Hasil Kajian Bappenas soal Pemindahan Ibu Kota Negara Naikkan Investasi 47,7 Persen

Hasil Kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebut pemindahan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI
Kepala Bappeda Kaltim, HM Aswin memberikan pemaparan dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan di Odah Etam, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (22/4/2021).┬áTRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hasil Kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas, menyebut pemindahan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur dapat meningkatkan investasi.

Dari hasil kajian tersebut, Bappenas memprediksi investasi di Kalimantan Timur meningkat 47,7 persen.

Selain nilai investasi, pertumbuhan ekonomi juga meningkat jika Ibu Kota Negara pindah di Kalimantan Timur.

Pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur diperkirakan meningkat 7,3 persen.

Baca juga: Bangun Ibu Kota Negara di Penajam Kaltim, Perlu Pertimbangan Ekonomis, Sosiologi dan Ekologis

Baca juga: SIGA Hadir Memudahkan Pendataan Keluarga Daerah Ibu Kota Negara RI di Kalimantan Timur

Baca juga: 6 Lokasi Pusat Persemaian akan Dibangun, Ada Nama Calon Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur

Berdasarkan angka tersebut, Kepala Bappeda Kaltim, Aswin pun berinisiatif dalam meningkatkan angka investasi dan ekonomi di Kalimantan Timur.

Salah satunya fokus terhadap sumber energi sebagai salah satu investasi di Kalimantan Timur.

Tidak hanya berfokus pada energi fosil, kedepannya juga fokus terhadap energi baru terbarukan (EBT).

"Dalam hal ini peluang terbesar adalah penyediaan pangan dan energi hijau berbasiskan kelapa sawit," ucap Aswin dikutip dari siaran pers Biro Adpim, Kamis (25/11/2021).

Baca juga: Perpindahan Ibu Kota Negara ke Kaltim, Pusat Riset Politik: Bisa jadi Role Model yang Lain

Upaya dan kebijakan pembangunan ekonomi hijau oleh Pemerintah Provinsi Kaltim menurut Aswin.

Seperti yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) dan rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2022.

Kaltim memiliki keunggulan komparatif dari produksi Crude Palm Oil (CPO) atau minyak mentah kelapa sawit sampai tahun 2020 sebanyak 3,89 juta ton.

Namun, masih ditemui kendala dalam mengoptimalkan pengolahan menjadi produk olahan pangan dan energi terbarukan green fuel berbasiskan kelapa sawit. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved