Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Kepala SDN 051 dan Guru Agama Bantah soal Dugaan Intoleransi, Sekolah Ikuti Aturan Kurikulum

Kepala SDN 051 ikut menanggapi pemberitaan viral tiga pelajarnya yang tidak naik kelas.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Pertemuan bersama KPAI, Disdik Tarakan dan pihak SDN 051 Tarakan belum lama ini membahas tiga anak yang tidak naik sekolah. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Kepala SDN 051 ikut menanggapi pemberitaan viral tiga pelajarnya yang tidak naik kelas.

Ia membantah keras pernyataan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Kota Tarakan, Retno Listyarti.

Menurutnya informasi yang beredar bahwa sekolah diduga melakukan intoleransi itu tidaklah benar.

Belum lama ini, KPAI, Disdik Tarakan melakukan pertemuan bersama pihak SDN 051 untuk mencari jalan keluar mengenai tiga anak yang tak naik kelas ini.

Baca juga: UMK Tarakan 2022 Disepakati Rp 3.774.378, Diajukan ke Gubernur dan Ditetapkan Akhir November

Baca juga: Redakan Trauma Korban Pasca Alami Pelecehan, KPAI Sebut Keluarga Ikut Berperan dalam Upaya Pemulihan

Baca juga: Kala Pandemi Covid-19, KPAI Beber Banyak Anak-anak Mengalami Tindakan Kekerasan di Rumah

Hasilnya kata Kepala SDN 051 Kelurahan Juata Permai, Hasto Budi, kebijakan yang diambil menangani siswa yang utama, sekolah diminta kepala dinas mencari solusi dengan hasil kesepakatan bersama agar siswa bisa naik kelas.

“Itu setelah mereka memenuhi kewajiban mereka. Karena kalau dirunut itu menurut risalahnya, tidak naiknya karena persoalan nilai. Kalau salah satu nilai sudah dipenuhi mestinya sudah bisa nai,” jelasnya.

Kendalanya sendiri, tiga pelajar yang diketahui bersaudara ini tidak bisa sama-sama naik kelas langsung dan harus melalui proses.

Adapun nilai yang tidak mencukupi karena nilai agamanya tidak mencukupi. Proses dia belajar lanjutnya bisa dalam bentuk pemberian tes ulang kepada tiga anak tersebut.

Baca juga: Jadwal Pembelajaran Tatap Muka Rencana Juli, Simak Rekomendasi Protokol Kesehatan versi KPAI

Secara akademis nilai yang lainnya, Hasto membeberkan normal dan tidak di bawah rata-rata. Bahkan guru pembina juga mengakui cerdas.

“Apalagi situasi sekarang umurnya harusnya sudah kelas delapan tapi kerjakan soal kelas 5. Pasti sudah bisa lewati,” jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved