Breaking News:

Berita Bontang Terkini

Penanganan Banjir di Bontang Hanya Dianggarkan 3,36 Persen, Pemkot Abaikan Komitmen Awal

Alokasi anggaran penanganan banjir 10 persen dari batang tubuh APBD yang dijanjikan, tidak berjalan sesuai komitmen Pemkot Bontang.

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Ilustrasi situasi banjir di Perumahan Bontang Permai, Kelurahan Api-Api. TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Alokasi anggaran penanganan banjir 10 persen dari batang tubuh APBD yang dijanjikan, tidak berjalan sesuai komitmen Pemkot Bontang.

Dari data yang dihimpun TribunKaltim.Co, penuntasan banjir yang menjadi program prioritas Pemkot Bontang itu hanya dianggarkan 3.36 persen dari batang tubuh APBD 2022.

Artinya, Pemkot Bontang hanya mengalokasikan anggaran banjir senilai Rp 42 miliar dari proyeksi nilai APBD 2022 sebesar proyeksi sebesar Rp 1,2 triliun.

Penetapan nilai besaran ini pun telah disepakati secara resmi oleh DPRD dan Pemkot Bontang melalui rapat Paripurna dalam rangka pengambilan keputusan terhadap Raperda tentang APBD tahun anggaran 2022, pada Rabu (24/11/2021) kemarin, di Gedung Lantai 3 DPRD.

Besaran nilai anggaran alokasi banjir yang berkelanjutan itu diuraikan pada Sub-kegiatan penyediaan sarana sistem drainase lingkungan, pembangunan sistem drainase perkotaan, operasi dan pemeliharaan sistem drainase, supervisi pembangunan peningkatan dan rehabilitasi sistem drainase lingkungans serta perkotaan.

Baca juga: Banjir di Bontang, Korban Terdampak Capai 5.017 Jiwa, Paling Parah di Kelurahan Api-Api

Baca juga: Banjir di PPU, Sebagian Wilayah Desa Api-Api Terendam akibat Diguyur Hujan Deras

Selain itu, ada pula untuk pembiyaan penyusunan rencana kebijakan strategi dan teknis sistem drainase perkotaan, penyusunan rencana teknis dan dokumen lingkungan hidup untuk konstruksi Bendung-Embung dan bangunan penampungan airnya.

Kemudian, penyusunan rencana kebijakan strategi dan dokumen lingkunan hidup untuk konstruksi pengendali banjir lahar drainase utama perkotaan dan pengaman pantai, pembangunan penguatan perkuatan tebing, rehabilitasi tanggul sungai, rehabilitasi bangunan perkuatan tebing, revitalisasi danau, normalisasi atau restorasi sungai, Operasi dan pemeliharaan sungai.

Selanjutnya ada juga pembangunan bendungan irigasi, koordinasi dan sinkronisasi dalam rangka penyediaan prasarana dan utilitas umum perumahan, perencanaan penyedia PSU perumahan serta penyedia prasarana utilitas umum di perumahaan untuk menunjang fungsi hunian.

Ketua DPRD, Andi Faizal Hasdam menuturkan, sejatinya alokasi anggaran untuk penangan banjir dari APBD sebesar 7 persen, meski yang terhimpun dalam rekapitulasi anggaran itu hanya senilai 3.36 persen.

Sebab beberapa yang masuk dalam kategori kegiatan penangan banjir tersebar dari beberapa pos anggaran lain, seperti misalnya perancangan master plan banjir, perawatan lingkungan dan semacam lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved