Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Permohonan Pra Peradilan Tersangka Asusila Ditolak PN Balikpapan, Polda Kaltim Lanjutkan Penyidikan

Sidang pra peradilan yang diajukan kuasa hukum tersangka asusila berinisial SJ terhadap cucu tirinya, MC (9) berlanjut di PN Balikpapan, Rabu (24/11)

HO/PENGADILAN NEGERI BALIKPAPAN
Persidangan dengan klasifikasi sah atau tidaknya penetapan tersangka bernomor 3/Pid.Pra/2021/PN Bpp dengan agenda pembacaan putusan di Ruang Kartika PN Balikpapan, Rabu (24/11/2021). HO/PENGADILAN NEGERI BALIKPAPAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sidang pra peradilan yang diajukan kuasa hukum tersangka asusila berinisial SJ terhadap cucu tirinya, MC (9) berlanjut di PN Balikpapan, Rabu (24/11/2021) kemarin.

Dalam persidangan dengan nomor perkara 3/Pid.Pra/2021/PN Bpp tersebut, rupanya permohonan pra peradilan ditolak oleh hakim pra peradilan. Pasalnya, petitum permohonan yang meragukan prosedur penyelidikan kepolisian, pada kenyataannya sudah dijalankan sesuai SOP.

Dengan demikian, penetapan status tersangka yang disandang oleh pelaku saat ini sudah sesuai dengan alat bukti yang disertakan Subdit VI Renakta Ditreskrimum Polda Kaltim dalam persidangan. Diantaranya keterangan saksi korban dan hasil visum et repertum.

Kasubdit VI/Renakta Polda Kaltim, AKBP I Made Subudi, melalui sambungan seluler, membenarkan bahwa permohonan pra peradilan ditolak. Artinya, kata dia, penyidikan tetap dilanjutkan.

Baca juga: Pra Peradilan Kasus Asusila Anak di Balikpapan Masuki Tahap Akhir, Kedua Pihak Saling Bersikeras

Baca juga: Aktivis Perempuan Soroti Kasus Asusila di Balikpapan dan Sampaikan Kajiannya

Baca juga: Andai Terbukti Melanggar Kasus Asusila, Oknum Guru di Tarakan Dipecat

Diberitakan sebelumnya, Subudi menegaskan, jika pihaknya dinyatakan sudah bekerja sesuai prosedur, maka ia akan melanjutkan proses penyidikan.

“Hari ini kami kirim surat pemanggilan, itu sudah surat panggilan kedua. Kalau dari tersangka tidak datang maka akan langsung kami jemput,” imbuh Subudi, Kamis (25/11/2021).

Di kubu tersangka, kuasa hukum tersangka SJ, Suen Redy Nababan mengaku tetap bersikeras meyakini bahwa SJ bukan tersangka. Kata dia, masih ada yang belum bisa dibuktikan oleh penyidik, diantaranya waktu dan tempat kejadian.

Meski begitu, dirinya akan mengarahkan kliennya untuk menjalani penyelidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Selama ini klien saya selalu kooperatif. Sidang ini juga hanya sebagai bentuk argumentasi jika pihak kami bukanlah tersangka, nanti juga akan kami buktikan melalui persidangan umum,” tandas Suen.

Baca juga: Proses Kasus Asusila di Balikpapan Berujung Saling Tunjuk, Kuasa Hukum Menduga Kekeliruan Prosedur

Terpisah, korban diwakili kuasa hukumnya, Siti Sapurah mengaku bersyukur dengan kabar permohonan pra peradilan yang ditolak.

Lebih lanjut, ia berharap, Polda Kaltim segera memproses lewat penahanan tersangka. Pasalnya, durasi waktu 1 tahun 3 bulan ini bukan waktu yang singkat.

“Jadi bukan pembenar lagi untuk tidak menahan tersangka dalam kasus ini, karena ancamannya sangat berat. Satu hari saja pelaku bebas, maka dia akan berkesempatan melakukan hal yang sama lagi,” jelas dia.

Segala permintaan kuasa hukum tersangka tentang bukti waktu dan tempat yang dipertanyakan, sudah terjawab dengan dua alat bukti disertakan polisi, yaitu keterangan saksi korban dan hasil visumnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved