Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Polda Kaltim Bekuk Pelaku Pelecehan Lewat Medsos terhadap Jurnalis di Balikpapan

Polda Kaltim melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku teror berbentuk pelecehan melalui sosial media, setidaknya belum lama ini.

HO/TRIBUNKALTIM.CO
Salah satu korban pelecehan berinisial RN (24) setelah membuat laporan ke Mapolda Kaltim. HO/TRIBUNKALTIM.CO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Polda Kaltim melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku teror berbentuk pelecehan melalui sosial media, setidaknya belum lama ini.

Diketahui, korbannya yang melapor hanya satu orang, namun untuk korbannya sendiri diduga sudah banyak. 

Sebut saja salah satu korbannya, seorang pewarta dari salah satu perusahaan media di Kota Balikpapan berinisial RN (24).

Ia mengaku mendapat pesan langsung atau DM Instagram dari akun dengan nama pengguna @arief_wirasatya_435. Isi pesannya sendiri terbilang melanggar asusila lantaran menjurus ke pornografi.

Bahkan akun tersebut melakukan video call melalui Instagram. Ketika diterima oleh RN, rupanya pelaku memperlihatkan alat kelaminnya.

Baca juga: TERUNGKAP di Mata Najwa, Mahasiswi UNRI Korban Pelecehan Malah Ditertawakan saat Melaporkan Kasusnya

Baca juga: Bocah Perempuan di Kutim Jadi Korban Pelecehan, Pelaku Lakukan Intimidasi

"Dia nelpon terus ngasih liat alat kelamin miliknya," kata RN pada TribunKaltim.co, Kamis (25/11/2021).

Tidak sampai di situ, melalui isi pesan yang ditunjukkan, pelaku juga menelpon hingga 4 kali. Namun RN enggan merespons panggilan tersebut.

"Tapi sempat ku terima. Niatnya buat screenshot untuk laporan, cuman dia langsung matikan," katanya.

Tak tinggal diam, ia pun turut mengadukan hal tersebut ke Polresta Balikpapan dan kemudian ditangani oleh Polda Kaltim. Dan kini pelakunya pun berhasil diamankan.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo membenarkan bahwa pelaku sudah berhasil diamankan. Hanya saja, ia masih belum berkenan untuk menginformasikan identitas pelaku.

Semata menegaskan bahwa pelaku saat ini menjalani tes psikologi untuk mengetahui kondisi kejiwaannya.

Baca juga: Bocah 12 Tahun Jadi Korban Pelecehan Pengurus Masjid di Samarinda Ulu

"Pelaku sudah diamankan tapi masih dalam pemeriksaan psikolog," ucapnya saat dihubungi melalui sambungan seluler, Kamis (25/11/2021).

Saat ini pihaknya masih fokus pada proses penyelidikan sehingga polisi belum dapat membeberkan secara gamblang terkait riwayat pelaku.

"Masih dalam lidik dan dikembangkan ya nanti lebih jelasnya pasti kami beberkan," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved