Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

PT Puspita Ungkap Lahan Aset Pemkot Samarinda yang Sengketa tak Masuk Perumahan Puspita Bengkuring

PT. Puspita selaku pengelola perumahan Puspita Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, Samarinda Utara, Kota Samarinda

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF
Tanah seluas 18 hektare di kawasan perumahan Puspita Bengkuring. Tanah seluas 18 hektare di RT 23 dan 26 kelurahan Sempaja Timur, Samarinda Utara yang menjadi aset pemkot Samarinda bukan termasuk tanah perumahan Puspita Bengkuring, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - PT. Puspita selaku pengelola perumahan Puspita Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur menjelaskan.

Bahwa lahan aset pemerintah Kota Samarinda seluas 18 hektare yang bersengketa tidak termasuk di wilayah perumahannya.

Dikatakan oleh Iskandar, komisaris sekaligus pemilik PT. Puspita, bahwa tanah 18 hektare yang berada di belakang blok AZ perumahan Puspita Bengkuring itu memang berbatasan langsung dengan lahan milik PT. Puspita.

Namun tanah itu tidak termasuk bagian dari lahan perumahan Puspita Bengkuring yang dikelola oleh perusahaannya.

Baca juga: Pemkot Samarinda Indikasikan Penipuan Pembebasan Lahan di Perumahan Puspita Bengkuring

Baca juga: Dorong Pemkot Samarinda Tindak Tegas Penjual Lahan Aset di Bengkuring

Baca juga: Warga Bengkuring Samarinda Kuatkan Diri dengan Berwisata di Tengah Banjir

“Lahan perumahan Puspita itu kurang lebih 22 hektar, kita beli pada tahun 1995, sedangkan lahan pemkot itu ada di bagian lain, tidak termasuk dari perumahan kami,” ungkapnya Kamis (25/11/2021).

Iskandar sendiri yang juga bertempat tinggal di perumahan tersebut mengakui sempat melihat patok tanah dari Pemkot Samarinda di atas lahan seluas 18 hektare yang meliputi RT 23 dan RT 26 kelurahan Sempaja Timur itu.

Namun ia tak mengetahui permasalahan yang terjadi saat ini mengenai indikasi penipuan pembebasan lahan tersebut.

“Intinya tanah itu bukan bagian dari perumahan Puspita Bengkuring, jadi terkait permasalahannya yang ada disitu kita kurang tahu, karena pemkot tidak membebaskan lahan itu dari PT. Puspita,” jelas Iskandar.

Baca juga: Warga Bengkuring Samarinda Kebanjiran Setinggi Lutut Orang Dewasa

Lahan aset pemkot Samarinda itu rencananya akan dibangun polder pengendali banjir untuk mengatasi banjir di kawasan perumahan Puspita Bengkuring dan sekitarnya.

Namun status mengenai tanah itu sedang diselidiki oleh pemkot Samarinda, karena saat ditinjau beberapa waktu lalu pemkot mendapati patok-patok kapling tanah warga di atas tanah tersebut, bahkan beberapa di antaranya telah dibangun rumah oleh beberapa warga.

Kurang lebih 15 dokumen kepemilikan tanah dari warga dikumpulkan oleh pemkot Samarinda untuk memastikan kepemilikan hak tanah. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved