Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

UMK Tarakan 2022 Disepakati Rp 3.774.378, Diajukan ke Gubernur dan Ditetapkan Akhir November

Progres penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Tarakan hampir final. Setelah pembahasan panjang diwarnai aksi demo kemarin, Dewan Pengupahan Kota Tarakan 

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/ANDI FAUSIAH
Kadisnaker Kota Tarakan, Budiono. Ia menjelaskan nilai UMK yang disepakati akan diajukan ke Provinsi Kaltara, lalu Gubernur Kaltara akan menggelar rapat dan melihat usulan rekomendasi yang dikeluarkan Walikota Tarakan. TRIBUNKALTIM.CO/ANDI FAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN– Progres penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Tarakan hampir final.

Setelah pembahasan panjang diwarnai aksi demo kemarin, Dewan Pengupahan Kota Tarakan  menerbitkan usulan sebesar Rp 3.774.378,35.

Angka ini akan diajukan ke Gubernur Kaltara untuk kemudian ditetapkan dalam waktu dekat.

Tanggal 30 November dijadwalkan UMK Tarakan harus sudah ditetapkan.

Artinya tersisa lima hari lagi deadline waktu pemerintah mengesahkan UMK Tarakan.

Dikatakan Kadisnaker Kota Tarakan Budiono, nantinya prosedurnya setelah diajukan ke Provinsi Kaltara, Gubernur Kaltara akan menggelar rapat dan melihat usulan rekomendasi yang dikeluarkan Walikota Tarakan.

Baca juga: UMP 2022 Kaltara Naik, Penetapan Upah Minimum Kabupaten Malinau Dijadwalkan Kamis Ini

Baca juga: Upah Minimum Kabupaten PPU Tahun 2022 Naik, tapi Nilainya Kecil

“Memenuhi syarat apa tidak, lampirannya bagaimana. Untuk pengusulan saat ini masih proses,” beber Budiono.

Ia melanjutkan, ia akan secepatnya mengajukan ke Pemprov Kaltara untuk segera disahkan.

“Secepatnyalah. Minggu ini kalau bisa. Karena batasnya tanggal 30 November selambat-lambatnya penetapan,” bebernya.

Jika terlambat diserahkan tentu saja bisa terjadi deadlock, dan pembahasan panjang memperjuangkan kenaikan UMK ini sia-sia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved