Breaking News:

Berita Kaltim Terkini

Aktivis Kalimantan Angkat Suara soal Ancaman Krisis Energi Bagi Indonesia

Krisis Energi yang melanda dunia seperti Inggris, Tiongkok, dan India, saat ini masih sangat hangat diperbincangkan khususnya di Indonesia

Penulis: Aneke Pratiwi | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ANEKE PRATIWI
Velya Galyani yang merupakan Aktivis Pulau Kalimantan sekaligus Koordinator Wilayah VI Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Jumat (26/11/2021). Dirinya menjelaskan terkait penyebab munculnya krisis energi dan dampaknya bagi Indonesia. TRIBUNKALTIM.CO/ANEKE PRATIWI 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Krisis Energi yang melanda dunia seperti Inggris, Tiongkok, dan India, saat ini masih sangat hangat diperbincangkan khususnya di Indonesia.

Pasalnya, Indonesia sebagai importir minyak bumi memiliki dampak juga dari Krisis energi ini.

Hal itu dijabarkan oleh Velya Galyani yang merupakan Aktivis Pulau Kalimantan sekaligus Koordinator Wilayah VI Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Jumat (26/11/2021).

Dia mengatakan “negara-negara maju penggerak ekonominya adalah industri besar, sehingga sekarang isu utama karena adanya industri global adalah perubahan iklim,” kepada TribunKaltim.co.

Baca juga: Penajam Paser Utara Calon Ibu Kota Negara, PDAM Beber Krisis Air Baku

Baca juga: NEWS VIDEO Batu Bara Langka, India Dihantui Krisis Energi

Baca juga: Krisis Air Bersih di Bontang jadi Alasan PDAM Tirta Taman tak Bisa Melayani Maksimal

Makanya negara-negara besar itu seperti Eropa, Amerika, China berunding terkait masalah iklim ini.

"Kita lihat sekarang tarikan-tarikan untuk film yang diproduksi pun sudah mulai menyinggung itu,” tambahnya.

Dia menjelaskan bahwa pasokan energi utama dunia dari energi konvensional yakni energi yang tidak bisa diperbaharui dan akan habis seperti minyak bumi, batu bara dan gas.

Peta harga energi global pun tidak terlepas dari geopolitik dunia. Contohnya harga batu bara yang naik.

Baca juga: Prioritas 2022, Pemkab Berau Kembangkan Ekosistem Investasi Non Migas atau Batubara

China yang memblacklist suplai pasokan batu bara dari Australia mendorong negara-negara salah satunya Indonesia melakukan ekspor ke China.

Untuk itu menurutnya mereduksi penggunaan fosil. Karena keterbatasan yang ada, muncullah krisis energi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved