Minggu, 26 April 2026

Virus Corona

Epidemiolog Ingatkan Virus Corona Varian Baru B.1.1.529, Varian Super, Mutasi Melebihi Delta & Beta

Epidemiolog ingatkan Virus Corona varian baru B.1.1.529 yang disebut varian super. Virus Corona varian baru ini mutasinya bisa melebihi Delta dan Beta

Editor: Amalia Husnul A
Freepik designed by starline
Ilustrasi virus Corona. Epidemiolog ingatkan Virus Corona varian baru B.1.1.529 yang disebut varian super. Virus Corona varian baru ini mutasinya bisa melebihi Delta dan Beta 

TRIBUNKALTIM.CO - Kini muncul Virus Corona varian baru B.1.1.529 yang pertam akali terdeteksi di Botswana, Afrika.

Ahli epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman memberikan peringatan terkait munculnya Virus Corona varian baru B.1.1.529 ini me

Virus Corona varian baru B.1.1.529 ini harus diwaspadai karena berpotensi lebih menular.

Bahkan Virus Corona varian baru B.1.1.529 tersebut disebut varian super.

Dilihas dari sisi mutasi, Virus Corona varian baru B.1.1.529 ini mempunyai mutasi melebih varian delta dan beta.

“Artinya itu kan memengaruhi kecenderungan dia (B.1.1.529) cepat menular,” ujarnya seperti dikutip TribunKaltim.co dari Kompas.com, Jumat (26/11/2021).

Data epidemiologi Virus Corona varian baru B.1.1.529 menunjukkan penularan yang lebih cepat tersebut. 

Baca juga: UPDATE Virus Corona, Sembuh Covid-19 Capai 293 Orang, Angka Kematian Menurun

Baca juga: Masih Terselip Kabar Duka hingga Jakarta jadi Sorotan, Update Sebaran Corona di Indonesia Hari ini

Misalnya yang terjadi di Provinsi Guateng, Afrika Selatan yang menjadi lokasi asal virus tersebut, di mana dalam 3 minggu terakhir positivy rate-nya naik dari 1 menjadi 30 persen.

“Ini satu tanda yang sangat serius.

Karena kalau cepat menular ia akan cepat memberikan beban untuk fasilitas kesehatan termasuk perawatan ICU maupun kematian seperti halnya gelombang kedua kemarin,” kata Dicky.

Varian Botswana memiliki mutasi paling banyak

Selain itu, pihaknya juga mengkhawatirkan mengenai potensi virus dalam menginfeksi orang yang sudah terpapar varian delta dan beta maupun yang sudah terinfeksi.

“Kabar baiknya, ini masih mudah terdeteksi PCR,” katanya lagi.

Baca juga: NEWS VIDEO Lisa BLACKPINK Positif Covid-19 Tanpa Gejala Khusus, Begini Kondisi Kesehatannya Sekarang

Dicky menyebut, varian Botswana ini memiliki mutasi paling banyak dalam tubuhnya.

Ini Penjelasan Epidemiolog

Di mana 9 mutasi adalah yang terdeteksi sama dengan varian sebelumnya yakni alfa, beta, gama dan delta.

Adapun sisanya setidaknya ada 32 mutasi baru.

“Jadi kalau lihat mutasinya, ini kabar buruk,” paparnya.

Lebih lanjut, Dicky memaparkan varian Botswana bisa saja ke depan tidak seburuk yang dikhawatirkan, namun kemungkinan potensi penularannya lebih mungkin untuk menyamai delta.

“Ini bisa jadi lawannya delta kalau saya melihat,” kata dia.

Baca juga: INFO Syarat Naik Pesawat Terbaru, Anak di Bawah 12 Tahun Wajib Tes Covid-19 dan Didampingi Orang Tua

Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan pemerintah agar mengejar upaya capaian vaksinasi hingga 80 persen.

Selain itu booster juga harus diupayakan dan diberikan tidak hanya untuk tenaga kesehatan namun juga mereka yang berisiko terutama komorbida dan lansia.

Ia juga mengimbau kepada pemerintah agar bisa memperkuat skrining bepergian termasuk pula event memakai rapid tes antigen.

"Selain itu jangan lupa 5M, distribusi masker, serta perhatian soal sirkulasi udara ruangan guna mencegahan penyebaran virus corona," katanya.

Penemuan varian baru virus corona

Sebagaimana diberitakan, Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla mengumumkan adanya penemuan varian baru virus corona yang terdeteksi pertama kali di Botswana.

"Awalnya terlihat seperti beberapa wabah cluster, tetapi sejak kemarin, indikasi datang dari ilmuwan kami dari Network of Genomic Surveillance (Jaringan Pengawasan Genomik) bahwa mereka sedang mengamati varian baru," ujarnya sebagaimana dikutip dari CNN, Jumat (26/11/2021).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut B.1.1.529 ini sebagai varian Nu.

Varian yang diturunkan dari garis keturunan B.1.1, mempunyai jumlah mutasi sangat tinggi, dikhawatirkan sangat menular, dan efektif menghindari respons imun tubuh.

Terdapat 10 kasus di tiga negara yang telah dikonfirmasi, tetapi varian ini memicu kekhawatiran, karena sejumlah mutasi dapat membantu virus menghindari kekebalan.

Baca juga: KABAR MENGEJUTKAN dari Singapura dan Moskow! Update Sebaran Corona 29 Oktober 2021 Terkini Hari Ini

Baca juga: KABAR DUKA soal Jumlah Pasien Meninggal, Update Sebaran Corona Hari Ini 25 Oktober 2021 di Indonesia

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved